PAMEKASAN – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijiriyah, masyarakat Pamekasan Madura mulai mengeluhkan lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit, kini harganya disebut-sebut tertinggi di Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan di Pasar 17 Agustus dan Pasar Kolpajung, harga cabai rawit merah melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp112.000 per kilogram.

Padahal, sepekan sebelumnya harga komoditas ini masih berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000.

Harga daging ayam Rp38.000 per kilogram, kini melonjak hingga Rp40.000 – Rp45.000, termasuk telur ayam ras kini naik Rp31.000 – Rp34.000 per kilogram.

Selain itu, harga bawang putih sebelumnya Rp30.000 per kilogram, kini meningkat hingga Rp34.000, sedangkan bawang merah kini seharga Rp40.000 – Rp45.000 per kilogram.

Plt Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pamekasan, Nahrul AH menjelaskan, kenaikan ini dipicu beberapa faktor teknis dan hukum pasar.

Diantaranya, curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak tanaman cabai membusuk.

Sehingga stok dari petani yang ada di Pulau Madura maupun luar daerah berkurang drastis.

“Menjelang Ramadhan, permintaan masyarakat akan bahan pokok meningkat secara alami, untuk persiapan sahur dan buka puasa,” ungkapnya, Kamis (19/2/2026).

Sedangkan kenaikan harga telur dan daging ayam, juga dipengaruhi tingginya permintaan untuk kebutuhan program makan bergizi gratis.

Menyikapi kondisi ini, imbuh Nahrul, pihaknya berencana mengintensifkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 13 kecamatan.

Langkah tersebut, diambil untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil hingga Idulfitri nanti.

“Kami terus memonitoring intensif. Memastikan ketersediaan stok aman dan distribusi lancar agar tidak terjadi kelangkaan,” ujar Nahrul.

Sementara itu, warga berharap harga segera stabil, agar beban ekonomi menjelang bulan suci Ramadhan tidak semakin berat.

“Biasanya kalau saat bulan puasa memang naik, tapi kali ini cabai mahalnya luar biasa,” keluh Fatma, salah satu pengunjung pasar. (red)