SUMENEP – Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mengawal program strategis nasional, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Program tersebut, dicanangkan sebagai pilar utama transformasi ekonomi desa yang wajib disukseskan, melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat, KDMP bukan sekadar lembaga keuangan biasa.

Melainkan instrumen vital, memutus rantai ketergantungan ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat desa.

“Keberhasilan KDMP harga mati untuk kesejahteraan warga. Namun, ini tidak bisa dilakukan sendiri,” ujarnya.

H. Ubaid menyebutkan, Kepala desa, aparat keamanan, tokoh masyarakat, LSM, hingga media harus bersatu.

“Kita butuh kolaborasi nyata, bukan sekadar wacana,” tegasnya, Minggu (8/3/2026).

Meski demikian, PKDI Sumenep menyoroti tiga poin krusial dalam pelaksanaan KDMP.

“Menjadikan desa sebagai pusat ekonomi berkelanjutan,” tandas H. Ubaid.

Selain itu, membangun budaya transparansi dan manajemen keuangan yang sehat di tingkat akar rumput.

“Memastikan setiap desa mendapatkan fasilitas, mulai dari pembentukan pengurus hingga pemasaran produk lokal,” terangnya.

H. Ubaid menambahkan, PKDI akan mengawal agar KDMP menjadi motor penggerak ekonomi, bukan sekadar formalitas program.

“Kita ingin setiap desa di Sumenep menjadi mandiri dan progresif,” imbuhnya.

Dengan sinergi yang solid antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum, ia optimis KDMP menjadi simbol transformasi ekonomi yang nyata.

H. Ubaid berharap, program ini tidak hanya berdampak pada aspek finansial.

Tetapi, juga memperkuat kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.

“KDMP adalah pilar perubahan. Jika semua pihak bergerak, program ini akan membawa desa ke level lebih sejahtera,” pungkasnya. (red)