SURABAYA Polda Jawa Timur menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Gedung Mahameru Mapolda setempat, Senin (9/3/2026).

Rakornya, dalam rangka menyambut momentum Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri yang jatuh berdekatan.

Rapat ini bertujuan untuk menyamakan visi dan memperkuat sinergi antar-instansi.

Hal tersebut demi memastikan keamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat di Jawa Timur.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menjelaskan, Maret 2026 menjadi tantangan tersendiri.

Karena adanya dua agenda besar keagamaan, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

“Masyarakat menaruh harapan besar kepada kita, agar rangkaian ibadah dapat berjalan lancar, aman, nyaman dan kondusif,” ujar Nanang.

Ia mengumumkan, pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari.

“Dimulai sejak 13 Maret dan berakhir 25 Maret 2026,” jelas Nanang

Jenderal bintang dua ini menegaskan, operasi tersebut bukan sekadar mengatur lalulintas mudik.

Melainkan bentuk pelayanan publik yang mencakup aspek spiritual dan sosial.

“Termasuk pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” imbuh orang nomor satu di Mapolda Jatim ini.

Dalam kegiatan yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat tersebut, Nanang menekankan pentingnya kolaborasi erat antar-stakeholder.

Target utamanya adalah mewujudkan slogan “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”.

“Kita harus memastikan arus mudik dan balik berjalan lancar, aman dan sehat,” tegasnya.

Dengan adanya rakor, Nanang berharap seluruh instansi terkait memiliki kesiapan ekstra.

“Tentunya dalam memberikan perlindungan maksimal bagi warga Jawa Timur selama periode hari raya tersebut,” pungkasnya. (*)