Bupati Pamekasan: Jadikan Pancasila Ideologi Hidup, Bukan Sekadar Hafalan!
PAMEKASAN • Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Nagara Bhakti Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, berlangsung khidmat, Senin (1/6/2026).
Acara tahun ini mengusung tema besar yang mendalam, yakni “Pancasila: Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Pamekasan Kholillurrahman menyampaikan pesan yang menyentuh.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pejabat maupun warga biasa, untuk membumikan Pancasila secara nyata.
“Momen 1 Juni bukan sekadar seremonial tahunan belaka,” ujar Kholilurrahman.
Menurutnya, nilai-nilai luhur Pancasila sejatinya telah dihidupi bangsa Indonesia selama lebih dari 350 tahun masa penjajahan.
“Makna dari hari peringatan ini, mengajak publik kembali ke nilai Pancasila,” tuturnya.
“Jauh sebelum ditetapkan sebagai dasar negara, kita sudah mengamalkan nilai-nilai ini dalam perjuangan,” ungkap Kholilurrahman.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan ini juga menyebut Pancasila sebagai ‘bintang penuntun’ yang sangat tangguh.
Ideologi ini terbukti mampu menjaga keutuhan bangsa di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.
“Hari ini kita kembali berdiri di atas tanah pusaka. Ini momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” tegasnya.
Namun, Kholilurrahman tidak menutup mata terhadap realitas sosial saat ini.
Ia menyoroti implementasi Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang dinilai belum berjalan 100 persen.
Kholillurrahman mengkritik keras masih adanya praktik perlakuan tidak adil dan tindakan semena-mena.
“Kebiasaan buruk dan sikap ‘semau gue’ tersebut harus segera dikikis habis,” tegasnya.
Secara khusus, Kholilurrahman menitipkan pesan tegas kepada para kepala daerah.
Ia meminta agar Pancasila dijadikan sebagai fondasi utama, dalam merumuskan setiap kebijakan publik.
“Pastikan kebijakan yang lahir berlandaskan keadilan sosial dan memenuhi rasa keadilan publik. Jamin hak-hak masyarakat terkecil, dan jangan biarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Pamekasan ini mengingatkan, seluruh sila diikat kuat oleh Sila Pertama.
“Oleh karena itu, seluruh program dan kebijakan pemerintah wajib bermuara pada nilai ketuhanan, persatuan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.
✅ Penulis: Marshelina
✅ Editor: Redaksi


