SAMPANG • Di usianya yang ke-55 tahun, Dominikus Klau menemukan jawaban atas pencarian batinnya.

Pria kelahiran Malaka Nusa Tenggara Timur (NTT) ini, mantap meretas jalan hidup baru sebagai seorang muslim di tanah rantau.

Langkah kakinya mantap memasuki Kantor Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Senin (14/9/2026).

Di sanalah, dengan lisan yang bergetar penuh keyakinan, kalimat syahadat ia ikrarkan dibawah bimbingan KH. Itqan Bushiri.

Perasaan haru tak mampu ia sembunyikan usai prosesi sakral tersebut.

“Memang murni dari hati. Tidak ada paksaan dari orang lain,” kata pria yang kini tinggal di Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang ini.

“Sekarang saya merasa lebih lega, senang, dan bersemangat,” ungkap Dominikus.

Menurutnya, menjadi mualaf di tengah keluarga besar bukanlah perkara mudah.

Dominikus harus mengumpulkan keberanian besar sebagai orang pertama yang mendobrak tradisi keluarga.

“Saya orang pertama dari delapan bersaudara yang memeluk agama Islam,” akunya jujur.

Dukungan yang ia terima dari keluarga justru di luar dugaan. Tak ada pertengkaran, keluarga besarnya di NTT memberikan restu penuh atas keputusan besar tersebut.

Tak mau setengah-setengah, Dominikus langsung menyingsingkan lengan baju untuk belajar Islam dari nol.

Jemarinya kini mulai terbiasa mengeja huruf demi huruf dalam Al-Qur’an.

“Saya sudah mulai belajar ngaji. InsyaAllah, mudah-mudahan kita bisa berbuat yang terbaik,” tutur Dominikus.

Sementara, Ketua MUI Sampang Kiai Itqan menegaskan, ikrar ini bukti bahwa hidayah bisa menyapa siapa saja tanpa memandang batas wilayah.

“Kita sambut saudara baru kita dengan penuh kebahagiaan. Beliau memilih Islam murni atas keyakinannya sendiri, tanpa ada tekanan,” ujarnya.

Kiai Itqan juga menekankan, pentingnya merangkul dan mendampingi Dominikus dalam fase awal perjalanannya sebagai mualaf.

Ia menegaskan, umat Islam di sekitarnya punya tanggung jawab moril untuk menjaga api keimanan itu tetap menyala.

“Saudara kita ini masih sangat muda dalam hal keimanan. Maka perlu pendampingan yang penuh kasih sayang agar beliau tidak merasa sendirian,” jelasnya.

Doa tulus pun mengalir untuk menutup hari bersejarah bagi Dominikus tersebut.

“Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dan kekuatan bagi beliau untuk istiqamah,” pungkas Kiai Itqan.

Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi