BANDUNG • Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menjadi tuan rumah Gas Coordination Meeting (GCM) ke-336.

Pertemuan tersebut berlangsung di Bandung, 22–23 Oktober 2026, sekaligus diikuti secara daring.

GCM adalah forum rutin penyelarasan penawaran dan permintaan gas bumi. Lingkupnya mencakup wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah.

Hadir dalam pertemuan ini SKK Migas, PT Pertamina EP Cepu Zona 12, PGN, Petrokimia Gresik, PLN Group, dan Pertagas. Serta berbagai KKKS dan pembeli gas lainnya.

Marketing Manager HCML, Aris Suryanto menyampaikan, pertemuan mengevaluasi penyaluran gas Januari–Oktober 2026.

“Kami juga mengidentifikasi kendala operasional dan menyusun rencana tiga bulan ke depan,” ujarnya, Kamis (29/10).

“Koordinasi ini penting. Keputusan satu pihak berdampak langsung pada pihak lain. Potensi gangguan bisa diantisipasi bersama sebelum terjadi,” jelasnya.

Aris memaparkan rencana operasional dari lapangan yang dikelolanya. Meliputi Lapangan BD, MDA-MBH (2M), dan Lapangan MAC.

Diinformasikan kegiatan well intervention di Lapangan BD, juga chemical injection rutin di Lapangan MDA-MBH, serta rencana well stimulation di Lapangan MAC.

“Akan ada Partial Shutdown di fasilitas produksi Lapangan 2M pada 23–29 Oktober 2026,” sebut Aris.

“Seluruh rencana dikomunikasikan agar dampaknya dapat diantisipasi bersama. Distribusi tetap terjaga dengan baik,” tambahnya.

Para peserta juga menyoroti pentingnya sinkronisasi jadwal pemeliharaan antar KKKS. Tujuannya agar tidak terjadi tumpang tindih waktu penghentian operasi.

Pertemuan tersebut juga membahas potensi penurunan permintaan gas menjelang Nataru 2026.

Aris menambahkan, koordinasi lanjutan diperlukan untuk menyesuaikan pasokan dengan kebutuhan konsumen.

“GCM adalah forum strategis bagi kami. Rencana operasional dapat dikomunikasikan lebih awal kepada para pembeli gas,” ujarnya.

Aris menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga keandalan penyaluran gas bagi seluruh konsumen.

“Melalui koordinasi berkelanjutan, kami optimalkan pemanfaatan gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kami mitigasi potensi gangguan agar pasokan tetap terjaga,” pungkasnya.

✅ Penulis: Red
✅ Editor: Redaksi