BANGKALAN • Enam ruang kelas SDN Pangeranan 1 Bangkalan yang sedang direhabilitasi total tidak menghentikan roda pendidikan.

Pihak sekolah memilih mendirikan dua tenda pengungsian di halaman sekolah sebagai ruang kelas darurat.

Kepala SDN Pangeranan 1 Bangkalan Sri Mangestutik mengungkapkan, keputusan ini demi menjaga keamanan peserta didik dibanding harus menumpang di rumah warga.

“Awalnya ada yang menawarkan rumah warga, tapi saya berpikir lebih aman menggunakan tenda pengungsian yang berada dekat di lingkungan sekolah,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Sebanyak 120 siswa kini harus bergantian merasakan suasana belajar di bawah naungan tenda.

Meski kondisi ruang darurat cukup terbatas, seluruh murid dan tenaga pengajar tetap beraktivitas dengan antusias.

“Walaupun fasilitas menggunakan tenda, semangat guru dan anak-anak tetap antusias dalam pembelajaran,” lanjutnya.

Untuk mensiasati teriknya cuaca saat siang hari, pihak sekolah menerapkan sistem pergeseran (rolling) kelas.

Siswa kelas rendah (I, II, dan III) ditempatkan di sudut yang lebih teduh, karena memiliki jam pulang lebih awal, yakni pukul 10.30 WIB.

“Memang tidak bisa efektif maksimal seperti biasanya. Kalau sudah siang, tendanya terasa panas, karena itu kami rolling kelas,” kata Sri.

Selain kegiatan belajar-mengajar, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dipastikan tetap berlangsung di area lapangan terbuka.

“Walaupun dalam kondisi seperti ini, Maulid Nabi tetap dilaksanakan untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada Rasulullah,” jelasnya.

Sri mengungkapkan, proses perbaikan gedung sekolah diproyeksikan selesai pada akhir November.

Sehingga, para siswa diperkirakan paling lambat dapat kembali ke ruang kelas permanen pada bulan Desember.

“Harapan saya, walaupun ada pembangunan, tetap menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi