KPK RI Dituntut Serius Tangani Kasus Kerugian Negara Akibat Ulah, Sattar Saba, Di PT KBN

0
285
Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi.

Jakarta, (regamedianews.com) – Direktur Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menghimbau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Sattar Taba. Sebab, ada dugaan korupsi sekitar Rp 7,7 miliar di perusahaan BUMN tersebut.

Menurut Uchok, lembaga anti rasuah tersebut tak perlu ragu memeriksa jajaran pejabat KBN untuk menuntaskan dugaan korupsi tersebut. Sebab, sesuai prinsip umum KPK RI, kehancuran negara ini salah satunya disebabkan karena korupsi.


Baca juga Ternyata Ini Sosok Ketum Parpol Yang Terjaring OTT KPK

“KPK harus membuktikan keseriusannya memberantas korupsi, termasuk dugaan korupsi di KBN,” ujar Uchok kepada TIMES Indonesia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Kemudian Uchok menjelaskan, bahwa publik tengah menunggu langkah serius KPK dalam memberantas korupsi. Lembaga anti korupsi yang dipimpin Agus Rahadjo ini tidak perlu takut menghadapi koruptor di tanah air.

“Karena sudah ada yang melaporkan ke KPK bahwa ada duagaan korupsi di sana (KBN). Jadi KPK jangan diam. Itu harus didalami, dikaji dan pejabat-pejabatnya diperiksa,” katanya.

Dugaan korupsi di KBN sebelumnya dilaporkan oleh Front Masyarakat Anti Korupsi (F-MAKI). Ormas ini menduga ada korupsi di KBN melalui anak perusahannya, PT Karya Citra Nusantara (KCN).

Menurut Uchok, keseriusan KPK dalam mengungkap dugaan korupsi di KBN tengah dinanti publik, karena skandal tersebut tengah menjadi perhatian sejumlah kalangan.

Baca juga KPK Dikabarkan OTT Salah Satu Ketua Umum Parpol???

“KPK tidak ada alasan untuk menunda-nunda untuk memeriksa dirut KBN, apalagi tidak ada jalan lain untuk mengadvokasi kepentingan masyarakat dalam hal kerugian akibat korupsi,” ucap Uchok.

Lebih lanjut, Uchok mengapresiasi KPK karena terus membersihkan BUMN dari tangan-tangan berdosa. Hal itu terlihat dari keseriusan KPK menangani dugaan korupsi di PT PLN dengan tersangka Sofyan Basir, direksi PT Pupuk Indonesia yang menjadikan Anggota DPR RI Bowo Sidik Pangarso sebagai korupsi di KBN. Kasus ini juga harus menjadi perhatian dan diusut sampai tuntas,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menegaskan pihaknya akan mengkaji laporan FMAKI terkait dugaan korupsi di KBN dan KCN tersebut.

“Nanti KPK pelajari seperti apa kasusnya,” jawab Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK ketika ditanya jurnalis di Kantor KPK RI pada hari Selasa 25 Juni 2019 yang lalu. (rud)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here