Kapolres Lumajang: Saatnya Kita Bersatu Membangun Indonesia

0
296
Kapolres Lumajang (AKBP M. Arsal Sahban) saat mendeklarasikan Indonesia Bersatu, bersama 27 komunitas masyarakat Lumajang.

Lumajang, (regamedianews.com) – Bertempat di Alun-Alun Lumajang dilaksanakan Kegiatan Deklarasi Indonesia Bersatu dengan tema “Mari Bersatu Bangun Indonesia” yang merupakan rangkaian acara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Minggu (07/07/2019).

Dalam kesempatan ini dihadiri jajaran Forkopimda Kab Lumajang dan 27 Komunitas masyarakat seperti Satgas Keamanan Desa, Sahabat M.A.S, Adventure Makelar Surga, Pramuka, Sahabat Tim Cobra dan sebagainya.


Baca juga Kapolres Bangkalan: Mari Bersatu Membangun Indonesia

Kegiatan diawali deklarasi bersama Hari Anti Narkoba Internasional, dilanjutkan deklarasi Indonesia bersatu yang dibacakan oleh Kapolres Lumajang dan diikuti seluruh elemen masyarakat yang hadir, dengan jumlah kurang lebih 2000 orang.

Kapolres Lumajang AKBP M Arsal Sahban menjelaskan, polarisasi selama Pemilu serentak dapat menimbulkan perpecahan bangsa. Untuk itu saatnya kita bersatu membangun Indonesia. Kita harus menghargai upaya para pahhlawan kita merebut kemerdekaan, dengan bersatu membangun Indonesia.

“27 komunitas masyarakat yang hadir, merupakan perwakilan setiap komunitas masyarakat di Lumajang. Saya berharap deklarasi yang kita lakukan hari ini dapat disampaikan kepada komunitasnya masing-masing. Mari Bersatu Bangun Indonesia”, tuturnya.

Ditempat yang sama, Ketua BNNK Lumajang AKBP Indra Brahmana juga mengungkapkan, tema kali ini dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional tahun 2019 yaitu ‘Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas’.

Baca juga Membangun Kesepahaman dan Komitmen Peradaban Kaum Muda, Menteri Pemuda se-Dunia Melakukan Pertemuan di Lisbon

“Membangun Indonesia harus dengan menjauhi narkoba, karena narkoba dapat merusak generasi bangsa kita. Ratusan ribu anak bangsa kita hancur karena mengkonsumsi narkoba, untuk itu kita harus katakan ‘Stop Narkoba’. Mari bersatu bangun Indonesia dan jauhi narkoba”, kata Indra.

Sementara Doni merupakan salah satu peserta deklarasi mengungkapkan, ia mendukung dengan sepenuh hati tentang deklarasi Indonesia bersatu. Untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi kita harus gotong royong, saling menghormati, tidak membeda-bedakan etnis, ras suku budaya dan agama. Disisi lain agar tidak mudah terprovokasi, para pemuda harus memiliki daya pikir yang mampu mengikuti perubahan dan perkembangan zaman.

“Jika para pemuda sudah terkontaminasi oleh zat adiktif yang terkandung dalam Narkotika, hal tersebut dapat merusak system Syaraf yang menyebabkan kemampuan otak tidak dapat maksimal. Hal tersebut mengancam rusaknya generasi penerus bangsa yang memikul beban dari para pendahulu kita”, pungkas Doni.

Sekedar diketahui, 26 komunitas masyarakat yang hadir dalam Deklarasi Indonesia Bersatu dalam rangkaian acara HANI (Hari Anti Narkoba Internasional) yakni, RAN BNN, GANN, Granat, PPDI, Kosti, F Kol, Gatra, FKUB, SLANKERS, BLB, LUMAJANG 247, IMM, Muhammadiyah, Pokdarwis Sekar Lemongan, Penyuluh Agama, Sahabat M.A.S, Pemuda Pancasila, Srikandi PP, Semut Peduli, AMS, Hercules, RAPI, BADAK, IPNU, NU, GOPTKI, Sahabat Tim Cobra. (har)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here