Warga Keluhkan Air PDAM Campur Lumpur dan Berbau Kaporit

Kantor PDAM Bangkalan.

Bangkalan, (regamedianews.com) – Warga perumahan Griya Utama yang terletak di Jl. Halim Perdana Kusuma, Bangkalan, mengeluhkan air PDAM ditempatnya sudah lebih dari dua bulan keruh dan bau kaporit.

Buyung Pambudi salah satu warga setempat mengatakan bahwa air PDAM harus dibiarkan mengendap dahulu sebelum digunakan.

Baca Juga

Karena menurutnya, air berwarna kuning kecoklatan, apalagi saat hujan. Supaya bisa digunakan untuk mandi, air harus dibiarkan terlebih dahulu. Sehingga lumpurnya mengendap.

Baca Juga; masih kurang rehab sdn gunung kesan 1 dianggarkan rp 140 juta

“Air PDAM berbau kaporit yang cukup menyengat. Saya berharap agar kualitas pelayanan air PDAM diperbaiki,” ujarnya, Jumat (28/2/2020).

Di tempat berbeda, air PDAM baru bisa mengalir ke bak mandi dengan bantuan pompa air. Di perumahan Wisma Pangeranan Asri misalnya, air PDAM harus dipompa dengan mesin pompa air agar bisa naik ke bak mandi.

“Air PDAM di sini harus di pompa mas. Terutama kalau pagi hingga sore hari. Air bisa mengalir pada dini hari, itupun volumenya kecil,” terang Indri, salah seorang warga Wisma Pangeranan Asri.

Baca Juga; pembukaan piala gubernur jatim akan digelar di sgb catat jadwalnya

Sehingga, warga harus mengeluarkan biaya tambahan selain biaya air PDAM tiap bulan. Yakni biaya membeli token listrik untuk menghidupkan pompa air.

Sementara itu, Plt PDAM Abd. Rasyid saat dikomfirmasi melalui via telepone selulernya perihal Air PDAM yang keruh pihaknya akan langsung mengecek dan secepatnya menservice apabila ada kerusakan dilapangan.

“Kami akan mengecek langsung ke lokasi yang dikeluhkan oleh masyarakat,” singkatnya. (sfn/sms)

Pos terkait