Terapkan Prokes, UTM Gelar Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar Ke – 7

  • Bagikan
Rektor UTM (Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si) saat prosesi pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D,.

Bangkalan || Rega Media News

Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyelenggarakan acara pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Umi Purwandari, Ph.D dari program Studi Teknologi Industri Pertanian, dan Fakultas Pertanian, di Gedung Pertemuan, UTM.

“Kita semua menyambut gembira atas pengukuhan Guru Besar Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D. Karena pengukuhan ini merupakan salah satu indikator atau barometer kemajuan profesionalitas akademik di Universitas Trunojoyo Madura,” kata Rektor UTM, Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., Rabu (26/8/20).

Menurutnya, pidato pengukuhan Guru Besar yang digelar dengan acara khusus rapat terbuka senat adalah merupakan promosi bagi Universitas Trunojoyo Madura.

“Sehingga akan mewarnai atmosfir akademik dan kualitas keilmuan di Universtas Trunojoyo Madura,” terangnya.

Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D,. Kata Syarif, sebagai guru besar bidang ilmu pangan pada Fakultas pertanian Universitas Trunojoyo Madura. Dan Profesor yang ke-7 dilingkungan Universitas Trunojoyo Madura.

“Sungguh merupakan kebahagian bagi keluarga Kampus UTM bahwa pada hari ini bertambah seorang Prof. yang konsen dibidang pangan,” ujarnya.

Dengan mencermati trecrecord Prof. Ir. Umi Purwandari, Ph.D,. Syarif mengaku optimis langkah selanjutnya berbagai karya dan produk bernilai tinggi akan segera muncul pasca pengukuhan ini.

“Saya berharap terhadap Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D, menjadi ilmuan yang lebih produktif dalam berkarya dan terus memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat luas,” tambahnya.

Disisi lain, lanjut Syarif, dalam bersikap dan bertingkah laku, hendaknya ilmuan menjunjung tinggi filosofi padi. Semakin berisi maka semakin merunduk.

“Dengan memegang prinsip ini maka kampus akan berisi ilmuan yang tidak pintar dalam bidang ilmunya. Tetapi juga santun dalam bersikap dan bertindak,” urainya.

Apalagi kata Syarif, bagi ilmuan yang memiliki berbasis ilmu pangan. Ilmuan yang konsen dibidang ini memiliki tugas tidak ringan namun mulia.

“Oleh karena itu, kiprah dan kontribusinya benar-benar ditunggu oleh kampus, bangsa dan negara,” harapnya.

Dijelaskan Syarif, Perguruan tinggi di Indonesia memiliki rasio 20% dari jumlah dosen yang ada.

Namun hal tersebut menurutnya belum tercapai hampir diseluruh perguruan tinggi di Indonesia. Seperti Guru Besar yang ada di Universitas Trunojoyo berjumlah 7 orang.

“Hal ini masih jauh dari jumlah ideal minimal yaitu 10 persen. Sementara tenaga pengajar di UTM sebanyak 481 orang,” ungkapnya.

Dengan demikian, jumlah ideal guru besar di UTM seharusnya adalah 48 orang. Maka dari itu, program percepatan Guru Besar di UTM harus terus dilakukan dan lebih cepat lagi.

Bertambahnya Guru Besar di UTM patut disyukuri bersama. Dan disambut penuh kebanggan kita semua. Karena mutu dan eksistensi UTM akan semakin kokoh. Sebab, kedepan, tantangan Perguruan Tinggi akan semakin kuat. Sehingga memerlukan sosok yang profesioanl dalam bidangnya.

“Tanggung jawab yang akan disandang oleh Prof. Ir. Umi Purwandari P.hD, akan semakin besar. Utamanya dalam kerangka pengembangan kinerja Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berkualitas,” pungkasnya.

Di kesempatan itu, Orasi Pengukuhan Guru Besar, Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D,. Menyampaikan Pangan Tradisional: Ketahanan Pangan, Teknologi, dan Nasionalisme.

Dalam wawancaranya kepada media, Prof. Ir. Umi Purwandari Ph.D,, mengaku tertantang dalam melakukan terobosan inovasi dalam mengembangkan Pangan Tradisional.

“Sebetulnya yang terpenting adalah mendirikan program Studi Ilmu pangan di UTM. Karena Kita punya ahlinya. Doktor – doktor yang ada diluar negeri bakal kembali ke kampus kita. Jadi saya kira ilmu prodi pangan ini penting untuk segera diwujudkan,” ujarnya.

Selain itu, dirinya kedepan mengaku masih akan terus melakukan penelitian. “Saya harus mengembangkan ilmu pangan di Universitas Trunojoyo. Dan memanfaatkan potensi pangan yang ada di masyarakat,” tandasnya.

Perlu diketahui, karena pengukuhan dilakukan dalam masa pandemi, Maka standarisasi protokol kesehatan dalam acara pengukuhan guru besar itu diterapkan dengan ketat.

Jumlah tamu yang biasanya dihadiri ribuan maka yang hadir di gedung pertemuan itu sekitar 100 orang. Jarak kursi antar tamu tersebut 2 meter, sehingga tak ada yang berdekatan.

Tak hanya itu, seluruh orang yang berada di ruangan tersebut diharuskan menggunakan masker. Para petinggi, guru besar, ataupun tamu undangan tetap menjunjung protokol kesehatan. (sfn/sms)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!