Pamekasan,- Semangat toleransi kemanusiaan kembali ditunjukkan masyarakat Pamekasan, melalui penyaluran bantuan bagi korban bencana alam di berbagai wilayah Indonesia.
Donasi yang dihimpun tidak hanya diperuntukkan bagi korban bencana alam di Aceh dan Sumatera, tetapi juga dialokasikan bagi penyintas erupsi Semeru.
Pesan kemanusiaan tersebut mengemuka dalam penyerahan donasi secara simbolis kepada relawan Bawang Mas Group di Gudang Induk PT Bawang Mas Group, Desa Blumbungan, Kabupaten Pamekasan, Kamis (8/1/2026).
Donasi ini bersumber dari para dermawan lintas latar belakang, termasuk hasil Konser Kedatangan Valen, finalis Dangdut Academy 7, yang digelar sebagai wujud kepedulian bersama terhadap sesama yang terdampak bencana.
Momentum tersebut menjadi simbol bahwa empati tidak mengenal batas wilayah, identitas, maupun perbedaan.
Koordinator donasi, KRT. H. Khairul Umam Handinagoro, menyampaikan total donasi yang terkumpul mencapai Rp1.110.500.000.
Bantuan tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Haji Her kepada perwakilan relawan yang akan terjun langsung ke lokasi terdampak.
“Secara simbolis, saya menyerahkan hasil donasi dari konser Valen dengan jumlah Rp1.110.500.000 untuk disalurkan kepada korban bencana di Aceh dan Sumatera, serta sebagian untuk korban erupsi Semeru,” ujar Haji Her.
Ia menegaskan, donasi berasal dari puluhan donatur dengan nominal beragam, hal ini sebuah potret kebersamaan dan toleransi kemanusiaan.
Dari total tersebut, setelah mempertimbangkan berbagai masukan, disepakati sekitar Rp200 juta dialokasikan khusus untuk membantu korban bencana Semeru.
“Bantuan ini tidak hanya terfokus pada satu wilayah. Kami ingin memastikan saudara-saudara kita di Semeru juga merasakan uluran tangan yang sama,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, enam relawan Bawang Mas Group akan diberangkatkan langsung ke Aceh, Sumatera, dan Semeru.
Menurut Haji Her, kehadiran relawan di lapangan diharapkan mempercepat distribusi, sekaligus memperkuat pesan solidaritas lintas daerah.
“Semoga gerakan peduli kemanusiaan ini menjadi pengingat bahwa saat bencana datang, yang utama adalah rasa kemanusiaan,” pungkasnya.
Penulis : Kurdi
Editor : Redaksi










