Pamekasan,- Pergerakan tanah akibat bencana longsor di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.
Sejumlah rumah dilaporkan berada dalam kondisi rawan roboh, memaksa sebagian warga mengungsi demi menghindari risiko longsor susulan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mencatat, titik paling rawan berada di Dusun Barat Gunung dan Dusun Paseset Timur.
Di Dusun Barat Gunung, pergerakan tanah mencapai panjang sekitar 35 meter dengan lebar 15 meter dan tinggi material sekitar 1,5 meter.
Kondisi ini membuat dua rumah berada dalam ancaman ambruk karena tanah di sekitarnya masih terus bergerak.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi mengatakan, pihaknya telah mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Di beberapa titik, tanah belum stabil. Kami minta warga menghindari area rawan dan segera melapor jika muncul retakan baru,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Selain itu, longsor juga terjadi di titik lain di Dusun Barat Gunung, dengan pergerakan tanah sepanjang 15 meter dan tinggi material mencapai 2 meter.
Dampaknya, beberapa bangunan mengalami kerusakan ringan hingga berat, terutama pada bagian musala, dapur, dan kamar mandi.
Kondisi lebih mengkhawatirkan terjadi di Dusun Paseset Timur. Sedikitnya 10 rumah dilaporkan rusak berat.
Sementara 13 kepala keluarga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat.
Kepala Desa Sana Daya Uswatun Hasanah menyebutkan, pihaknya telah mengambil langkah darurat dengan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Namun, ia menegaskan kebutuhan warga masih cukup besar.
“Kami berharap ada perhatian dan bantuan lanjutan dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar warga bisa segera pulih dan kembali beraktivitas,” pungkasnya.
Hingga saat ini, BPBD Pamekasan masih melakukan pemantauan intensif di lokasi terdampak, sembari berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait.
Penulis : Kurdi
Editor : Redaksi










