Bangkalan,- Setelah lebih dari dua pekan dinyatakan hilang, santriwati korban dugaan pencabulan oknum lora di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, akhirnya ditemukan.
Informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi selamat, pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 10:00 wib.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri masa pencarian yang menyita perhatian publik.
Korban ditemukan di sekitar kawasan Masjid Madinah, kaki Jembatan Suramadu.
Meski selamat secara fisik, pendamping menyebut korban mengalami tekanan psikologis serius akibat peristiwa yang dialaminya.
Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama, membenarkan penemuan korban.
Ia mengatakan, saat ini penyidik masih mendalami keterangan korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Korban sudah kembali dan dalam pendampingan. Proses pendalaman oleh penyidik Satreskrim masih berlangsung,” ujar Agung, Selasa (27/1).
Namun, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi penemuan korban maupun pihak yang pertama kali mengetahui keberadaannya.
Pendamping korban dari Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah, menyampaikan rasa syukur atas ditemukannya korban setelah melalui proses panjang.
Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari peran banyak pihak yang terus mengawal kasus tersebut.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang terus mendorong agar kasus ini tetap berjalan, termasuk Polres, Polda, Kemenag, LPSK, Komnas HAM, serta masyarakat,” ungkapnya.
Mutmainnah menekankan, fokus utama saat ini adalah perlindungan dan pemulihan korban, bukan tekanan untuk memberikan keterangan secara tergesa-gesa.
“Korban harus ditempatkan sebagai subjek yang dilindungi. Jangan ada interogasi dari lingkungan sekitar. Saat ini korban membutuhkan rasa aman dan ketenangan,” tegasnya.
Mutmainnah juga mengajak publik untuk tetap mengawal proses hukum hingga tuntas.
Menurutnya, kasus ini bukan hanya tentang satu korban, tetapi menyangkut perlindungan anak dan perempuan secara lebih luas.
“Ini soal keberanian memperjuangkan keadilan bagi korban kekerasan seksual. Jangan berhenti mengawal,” ujarnya.
Terkait penemuan korban, Mutmainnah menjelaskan, keluarga menerima panggilan dari nomor tidak dikenal.
“Informasinya sangat spesifik, korban berada di Masjid Madinah, di bawah pohon mangga. Keluarga langsung menuju lokasi dan korban ditemukan sesuai petunjuk,” jelasnya.
Ia juga mendesak agar proses hukum berjalan secara transparan dan profesional, termasuk terhadap pihak-pihak lain diduga terlibat, namun belum memenuhi panggilan penyidik.
“Kami berharap proses hukum tidak berlarut-larut. Korban sudah terlalu lama menunggu keadilan,” pungkasnya.
Penulis : Syafin
Editor : Redaksi










