Pamekasan,- Sebuah pengakuan jujur namun pahit datang dari pucuk pimpinan Kabupaten Pamekasan.
Bupati KH. Kholilurrahman mengakui, Pemerintah Daerah belum mampu menanggung sepenuhnya beban perbaikan jalan perdesaan.
Hal ini disampaikan, saat meninjau swadaya perbaikan jalan sepanjang 10 kilometer di Desa Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Senin (09/02/2026).
Didampingi Plt Kepala Dinas PUPR, serta Camat setempat, Bupati menyaksikan warga turun tangan secara mandiri.
Ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tampaknya menjadi kendala klasik.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan, kondisi fiskal daerah saat ini tidak memungkinkan untuk intervensi terhadap seluruh kerusakan jalan desa.
“Untuk kali ini, anggaran Pemkab tidak bisa mengcover 100 persen kebutuhan,” ujarnya.
Kholilurrahman mengaku hanya bisa membantu sebatas kemampuan.
“Termasuk menyediakan alat berat berupa silinder dan bantuan secara pribadi,” ungkapnya.
Meski bantuan alat berat diberikan, pernyataan ini mempertegas antara kebutuhan infrastruktur strategis dengan realisasi pembiayaan dari pemerintah daerah.
Jalan sepanjang 10 kilometer di Desa Pasanggar tersebut bukanlah jalur buntu.
Sementara, Kepala Desa Pasanggar Moh Romli menegaskan, jalur ini akses vital dan jalan pintas menuju desa tetangga.
“Karena sangat dibutuhkan untuk aktivitas sosial dan ekonomi, masyarakat akhirnya bergerak bersama,” ujarnya.
Dengan bantuan alat silinder dari Pemkab, ungkap Romli, pekerjaan memang sangat terbantu.
Namun, hal tersebut memicu kritik halus mengenai skala prioritas pembangunan.
Di satu sisi, gotong royong warga patut diacungi jempol sebagai bentuk solidaritas.
Di sisi lain, kondisi ini mencerminkan beban pembangunan kepada masyarakat, akibat ketidakmampuan anggaran negara.
Penulis : Kurdi
Editor : Redaksi










