Mengintip Modus Licin Pengedar Narkoba di Sumenep
Sumenep,- Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, terus menjadi medan tempur melawan peredaran gelap narkotika.
Geografis yang didominasi kepulauan, membuat para pengedar memutar otak dengan berbagai modus ekstrem.
Mulai dari jalur tikus hingga menyamarkannya dalam sayuran.
Kasat Resnarkoba Polres Sumenep, AKP Anwar Subagyo mengungkapkan, sabu-sabu tetap menjadi primadona paling banyak beredar.
“Tantangan terbesarnya?, garis pantai yang panjang dan banyaknya pelabuhan rakyat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari salah satu media online, Selasa (17/02/2026).
Anwar menyebutkan, jalur laut masih menjadi pintu masuk utama, terutama bagi jaringan internasional.
“Pelaku sering memanfaatkan perahu nelayan untuk mengelabui petugas,” sebutnya.
Modus operandinya, jelas Anwar, sabu dikemas dalam wadah kokoh seperti drum besi.
“Lalu dibuang ke titik koordinat tertentu di tengah laut hingga mengapung, sebelum akhirnya dijemput oleh kurir,” terangnya.
Anwar mengungkapkan, kasus besarnya terjadi pada Mei 2025, ditemukan 35 Kg sabu di Masalembu yang diduga berasal dari Malaysia.
Tak kalah cerdik, jalur darat pun dimanfaatkan dengan cara menyisipkan narkoba ke dalam barang kebutuhan pokok.
“Pada Agustus 2023, polisi membongkar penyelundupan sabu seberat 3,18 gram yang disembunyikan di dalam buah mentimun untuk dikirim ke Pulau Kangean,” ungkapnya.
Maka dari itu, polisi kini mulai memperketat pengawasan pada jasa pengiriman (ekspedisi) yang berpotensi menjadi celah baru para bandar.
Berdasarkan pemetaan kepolisian, ada tiga wilayah yang mendapat perhatian ekstra karena kerawanannya.
“Yaitu Talango, Arjasa (Kepulauan Kangean) dan Kepulauan Sapeken,” jelas Anwar.
Menurutnya, letak geografis Sumenep yang memiliki banyak kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan.
Anwar meminta masyarakat tidak lengah. Jika melihat aktivitas mencurigakan di pelabuhan kecil atau lingkungan sekitar.
“Segera lapor!. Kerjasama warga, kunci utama memutus rantai narkoba demi menyelamatkan generasi muda Madura,” tegasnya. (red)



