PAMEKASAN – Suhairi, pemohon yang mengajukan draf pemakzulan Bupati Pamekasan, kembali mendatangi DPRD.

Kedatangannya, mempertanyakan tindak lanjut draf yang diajukan beberapa bulan lalu.

Selain itu, juga untuk menembusi hasil musyawarah terkait dokumen yang diserahkan ke Komisi I DPRD Pamekasan.

Namun, Suhairi mengaku tidak menemui satu pun anggota dewan memberikan penjelasan.

“Tidak ada satu pun yang menemui, apalagi menjelaskan,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia mengaku kecewa dengan sikap kurang responsif, terhadap aspirasi yang ia sampaikan secara resmi.

“Komisi I acuh tak acuh menanggapi draf yang saya ajukan kemarin,” ketusnya.

Suhairi menegaskan, jika dalam waktu satu minggu tidak ada kejelasan, ia akan membawa persoalan ini ke lembaga lebih tinggi.

“Saya tidak main-main,” tegasnya.

Ia juga menekankan, penyusunan draf pemakzulan tersebut tidak dilakukan tanpa dasar.

Menurutnya, dokumen itu disusun berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi.

“Kami nilai telah melanggar ketentuan oleh pihak birokrasi Pemkab Pamekasan,” pungkas Suhairi.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Komisi I DPRD setempat. (krd)