Investasi China Masuk Bangkalan, Pemkab Siapkan 3.000 Hektare Lahan
BANGKALAN • Pemkab Bangkalan menyambut positif rencana masuknya investasi industri asal China.
Langkah ini dinilai menjadi peluang besar, untuk membuka ribuan lapangan kerja sekaligus mendongkrak perekonomian Madura.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan, mendatangkan investor luar merupakan target utamanya sejak awal menjabat.
Guna merealisasikan hal itu, pihaknya gencar mempromosikan potensi daerah dalam berbagai forum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia.
“Dari awal saya sudah pelajari dan kaji, untuk mengurai persoalan di Bangkalan harus ada investor masuk,” ujar Lukman, Rabu (12/8/2026).
“Alhamdulillah, usaha mempresentasikan potensi daerah disambut baik oleh HKI. Investor luar pun tertarik berinvestasi di Bangkalan,” tambahnya.
Investasi yang masuk berfokus pada sektor padat karya, seperti pabrik tekstil, industri plastik, hingga pengolahan cokelat.
Sektor-sektor tersebut diproyeksikan mampu menyerap ribuan tenaga kerja dari Bangkalan maupun kabupaten lain di Madura.
Pemkab Bangkalan bersama HKI juga berkomitmen memprioritaskan tenaga kerja lokal untuk mengisi kebutuhan industri tersebut.
“HKI dan Pemkab berkomitmen mengutamakan pekerja lokal. Kita juga siapkan pelatihan agar tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri,” kata Lukman.
Ia mencontohkan Ketua HKI Ahmad Ma’ruf yang sebelumnya sukses mempekerjakan sekitar 700 hingga 1.000 warga Madura di kawasan industri Batam.
“Pak Ahmad Ma’ruf di Batam sudah mempekerjakan hingga 1.000 orang Madura. Di tanah kelahiran sendiri pastinya bisa lebih banyak, apalagi yang dibawa adalah industri padat karya,” jelasnya.
Menyambut investasi besar ini, Pemkab Bangkalan telah menyiapkan lahan kawasan industri seluas 3.000 hektare.
Lahan tersebut diproyeksikan untuk pembangunan infrastruktur kawasan industri beserta berbagai fasilitas penunjangnya.
Tak hanya lahan, pemerintah daerah juga menjamin kemudahan dari sisi perizinan agar pembangunan fasilitas industri bisa segera berjalan.
Langkah proaktif terus dilakukan Pemkab Bangkalan agar seluruh proses investasi terealisasi sesuai rencana.
“Karena dari awal kita jemput bola, tentu semuanya sudah kita siapkan, termasuk kemudahan izin. Sehingga industri bisa segera dibangun,” tegas Lukman.
Masuknya industri padat karya ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga memicu pertumbuhan UMKM dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Ke depan, Bangkalan berpeluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Madura, sekaligus memberi kesempatan putra-putri daerah berkarya di kampung halaman.
✅ Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi


