Dampak Kemarau Meluas, Bangkalan Perpanjang Darurat Kekeringan
BANGKALAN • Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan memperpanjang status darurat kekeringan hingga akhir November 2026.
Langkah ini diambil karena musim kemarau di Pulau Madura diprediksi berlangsung lebih lama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja, menyebutkan kebijakan ini merujuk pada data BMKG.
“Pemberitahuan BMKG menyebutkan kemarau di Madura masih akan berlangsung hingga November 2026,” ujar Arif, Selasa (29/9).
Selain memperpanjang status darurat, BPBD Bangkalan bergerak cepat mengajukan pasokan bantuan air bersih tambahan.
“Bantuan 300.000 liter air bersih yang kami sediakan sebelumnya sudah habis disalurkan, sehingga kami mengajukan kembali bantuan ke Pemprov Jatim,” kata Arif.
Kondisi kekeringan di Bangkalan tercatat makin meluas seiring bertambahnya desa yang terdampak.
“Sebelumnya jumlah desa terdampak kekeringan sebanyak 34, dan kini bertambah 10 desa menjadi total 44 desa,” jelasnya.
Arif mengungkapkan, saat ini puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebut tersebar di 10 kecamatan.
“Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Blega, Arosbaya, Sepulu, Kokop, Tanah Merah, Konang, Galis, Geger, Kwanyar, dan Klampis,” pungkasnya.
✅ Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi


