Anggaran MBG di Sampang Rp2,8 Miliar Perhari, Satgas: SPPG Jangan Main-Main
SAMPANG – Sekretaris Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menyatakan sikap tegasnya terkait operasional 115 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Dengan perputaran dana raksasa mencapai Rp2,875 miliar per hari, Satgas memperingatkan seluruh pengelola dapur untuk menjaga integritas dan kualitasnya.
Angka fantastis ini muncul seiring berjalannya program secara masif sejak Februari 2026, yang kini menjadi motor penggerak ekonomi baru di Sampang.
Sudarmanto menegaskan, besarnya anggaran yang mengalir ke tiap dapur yakni sebesar Rp25 juta per hari, harus dibarengi dengan output yang sesuai standar kesehatan.
Ia tidak mentoleransi adanya penurunan kualitas gizi bagi para penerima manfaat.
“Kualitas menu MBG yang layak harus menjadi prioritas utama,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari salah satu media online, Selasa (24/2/2026).
Menurut Sudarmanto, hal ini bukan sekadar membagikan makanan, tapi soal pemenuhan gizi yang terstandar sesuai SOP.
“Saya tegaskan, dapur SPPG wajib disiplin!,” tegasnya kepada awak media.
Ia menjelaskan, setiap dapur diwajibkan mengolah 2.500 porsi per hari dengan nilai Rp10 ribu per porsi.
“Kami akan terus memantau setiap rupiah dari anggaran tersebut benar-benar terserap, untuk kualitas bahan pangan yang bermutu,” tandasnya.
Selain pengawasan mutu, Sudarmanto juga menyoroti efektivitas program ini dalam memangkas angka pengangguran.
Dengan penyerapan 5.405 tenaga kerja lokal yang tersebar di 115 dapur (47 pekerja per dapur), program ini adalah operasi padat karya terbesar di Sampang saat ini.
“Kita bicara tentang 5.400 lebih nasib warga yang kini bekerja di dapur MBG,” ucapnya.
Lanjut Sudarmanto mengatakan, program ini adalah mesin ekonomi.
“Uang Rp2,8 miliar itu berputar di Sampang, untuk rakyat Sampang, melalui UMKM Sampang,” tambahnya.
Maka dari itu, Sudarmanto meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tetap konsisten, dan tidak main-main dalam mengelola anggaran tersebut.
Ia berharap, pengelolaan MBG di Sampang harus tetap berjalan sesuai aturan.
“Kami akan pastikan program ini konsisten menjaga standar gizi, demi masa depan generasi kita,” pungkasnya. (hry)



