SAMPANG • Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang, mencatat lonjakan volume sampah yang signifikan.

Limbah ini berasal dari operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

Dalam sehari, total sampah yang dihasilkan dari aktivitas pemenuhan gizi mencapai 9,24 ton.

Angka tersebut menjadi perhatian serius bagi otoritas kebersihan setempat, karena beban pembuangan terus meningkat.

Kabid Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang, Aulia Arif menegaskan, setiap SPPG seharusnya wajib merujuk pada regulasi pusat.

“Aturan ini tertuang dalam Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 1 Tahun 2026,” jelasnya.

Namun, Arif menyayangkan implementasi aturan tersebut yang dinilai belum berjalan maksimal di lapangan.

Ia menyebut, kesadaran pengelola dalam mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan limbah masih rendah.

“Faktanya masih belum berjalan, padahal sudah ada aturan yang jelas,” ungkap Arif kepada awak media, Selasa (21/4/2026).

Berdasarkan data teknis, saat ini terdapat 132 dapur SPPG yang beroperasi secara aktif di Kabupaten Sampang.

“Setiap titik dapur rata-rata menyumbang sekitar 70 kilogram sampah setiap harinya,” bebernya.

Arif menegaskan, pentingnya tanggung jawab mandiri dari setiap unit layanan tersebut.

“Pihak pengelola diharapkan tidak langsung membuang sampah ke tempat pembuangan akhir,” tandasnya.

Meski demikian, ia menghimbau agar pengelolaan sampah dilakukan mulai dari hulu dengan cara dipilah.

“Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, dan memastikan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya. [hry]