PAMEKASAN • Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur mengusulkan penerapan kebijakan Layer 3 atau cukai khusus UMKM.

Langkah ini dinilai sebagai solusi konkret, untuk memperkuat industri tembakau lokal di tengah maraknya isu rokok ilegal.

Usulan tersebut disampaikan Koordinator Daerah BEM Nusantara Jatim, Deni Oktaviano Pratama.

Hal ini menjadi bahasan utama dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) 2026 yang digelar di UIN Madura, Kamis (23/4/2026).

Deni menjelaskan, penerapan Layer 3 sangat strategis bagi ketahanan industri rokok lokal.

Menurutnya, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, terutama di wilayah Madura.

“Petani adalah penyedia bahan baku utama. Mereka butuh dukungan terintegrasi, mulai dari pembinaan hingga kemudahan akses pasar,” ujar Deni.

Ia mengatakan, sistem Layer 3 diyakini menawarkan pengelolaan berbasis data yang lebih terstruktur.

“Hal ini akan meningkatkan efisiensi rantai pasok, dan memperkuat pengawasan mutu produk tembakau,” tandasnya.

Menurut Deni, sistem ini juga mendorong transparansi dalam perdagangan.

Dengan tata kelola yang baik, petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga bagian dari ekosistem industri yang modern.

Keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada sinergi antara pelaku industri dan komunitas petani.

Deni menekankan, pentingnya program pendampingan dan edukasi yang berkelanjutan.

“Dengan sistem yang terintegrasi, industri lokal dapat tumbuh sehat. Ini langkah nyata untuk melawan tantangan rokok ilegal melalui pemberdayaan UMKM,” pungkasnya. [krd]