BANGKALAN • Kasus perundungan (bullying) pada anak kini menjadi perhatian serius. Merespons hal tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Sunan Gresik turun tangan memberikan edukasi dini.

Mereka menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Positive Parenting dan Anti-Bullying untuk Meningkatkan Kemandirian Anak Usia Dini”.

Kegiatan ini berlangsung di TK Muslimat NU Siti Aminah Yayasan As Syahrawiy, Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (8/6/2026).

Sinergi Rumah dan Sekolah

Program yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini diikuti oleh 10 peserta. Mereka terdiri dari dua guru TK dan delapan wali murid yang tampak antusias sejak awal acara.

Ketua Tim Pengabdian, M. Sholihin, hadir langsung sebagai pemateri. Ia mengupas tuntas pentingnya pola asuh positif dalam membentuk karakter anak.

“Anak membutuhkan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan komunikasi yang sehat agar tumbuh mandiri, percaya diri, serta berempati,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara orang tua di rumah dan guru di sekolah adalah kunci utama dalam mencegah bullying sejak usia dini.

Evaluasi dan Diskusi Interaktif

Untuk mengukur efektivitas edukasi, panitia menerapkan sistem pre-test dan post-test. Langkah ini dilakukan guna melihat sejauh mana peningkatan pemahaman para peserta sebelum dan sesudah materi dipaparkan.

Materi sendiri disampaikan secara komunikatif. Tim pemateri menyisipkan berbagai contoh kasus nyata sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan dipraktikkan.

Suasana semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para guru dan wali murid aktif mencurahkan kendala yang mereka hadapi dalam mendidik anak.

Melalui pendekatan psikologi dan nilai-nilai keislaman, tim pengabdian memberikan solusi konkret atas permasalahan-permasalahan tersebut.

Berharap Berkelanjutan

Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Sembari menikmati hidangan, diskusi informal mengenai tumbuh kembang anak tetap berlanjut akrab.

Edukasi ini mendapat respons positif. Salah seorang peserta mengaku mendapat sudut pandang baru mengenai pengasuhan anak tanpa kekerasan.

Kami merasa sangat terbantu. Penjelasannya mudah dipahami dan sesuai realita sehari-hari. Kami berharap Universitas Sunan Gresik bisa menggelar kegiatan seperti ini lagi,” ungkapnya.

Melalui aksi nyata ini, Universitas Sunan Gresik menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Berharap, sinergi ini mampu menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Penulis: –
✅ Editor: Redaksi