BANGKALAN • Ratusan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memadati halaman Kantor Pemkab Bangkalan, Kamis (25/6/2026).

Mereka berdatangan setelah melakukan long march (jalan santai) dari Stadion Gelora Bangkalan.

Massa tersebut merupakan perwakilan dari keseluruhan 145 dapur layanan yang beroperasi.

Mereka meminta pemerintah menjamin keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator aksi H. Holifi menegaskan, kehadirannya murni atas kesadaran sendiri.

“Tidak ada mobilisasi berbayar,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, MBG bukan sekadar pemberian makanan bagi anak-anak.

“Program ini juga menjadi penggerak roda ekonomi lokal yang sangat nyata,” tegas Holifi.

Ia menyebut, petani, peternak, hingga pelaku UMKM di seluruh desa kini punya saluran pasar yang terjamin.

“Kami meminta agar program ini tetap berjalan,” tandasnya.

Sementara itu, Mahmudi Ibnu Hotib menilai keberadaan program MBG sangat strategis bagi masa depan daerah.

Ia menyebut, MBG sebagai instrumen penting mempercepat penurunan angka stunting.

“Termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusi,” tambahnya.

Kata Mahmudi, manfaat program MBG terlihat jelas di lapangan.

“Sudah sepatutnya dipertahankan dan dijadikan prioritas,” tegasnya.

Sementara, Ketua Satgas SPPG Bangkalan Bambang Budi Mustika, menjamin harapan warga akan disalurkan ke Badan Gizi Nasional (BGN)

“Koordinasi dengan pemerintah daerah berjalan baik, dan mendapat dukungan penuh,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan H. Subaidi dari Yayasan Izzatul Itqoh.

Baginya, MBG adalah investasi jangka panjang bangsa.

“Tercipta generasi yang sehat dan cerdas, sekaligus perekonomian rakyat berputar lancar,” pungkasnya.

Penulis: Syafin
✅ Editor: Redaksi