Lebih Dekat dengan Acong Latif lawyer muda Madura yang sukses berkarir di Ibu kota

0
779

Bandung (regamedianews)-, Kebanyakan orang menganggap puncak kesuksesan tertinggi terletak ketika sudah memiliki gelimang materi yang tidak habis-habis. Terlebih bagi kehidupan pengacara (advokat), kesuksesan karir dalam profesinya terletak ketika memenangkan perkaranya di pengadilan. Tetapi, bagi Acong Latif, kesuksesan tertinggi berada ketika dia bisa memberikan manfa’at terhadap orang lain.

“Bagi saya kesuksesan itu adalah ketika saya bisa bermanfaat kepada orang lain”; ujarnya kepada regamedianews.com Jumat (11/5)


Acong latif menambahkan kesuksesan itu bukan apa yang sudah dicapai, tetapi kesuksesan itu adalah sebuah proses untuk mencapai apa yang kita perbuat.

Sebagai pengacara muda yang tergolong sukses, tentu saja perjalanan Acong Latif telah melalui perjalanan panjang dan berliku. Dengan latar belakang aktivis, Acong sapaan akrabnya telah memberikan pelajaran berharga bagi profesinya sebagai Advokat.

Begitupun, semangat juang yang mendarah daging sebagai tokoh muda yang berdarah Madura, Acong Latif terlahir sebagai tokoh muda Bangsa yang penuh dedikasi, kharismatik, berani, dan tidak pernah gentar menghadapi lawan-lawannya dalam penanganan kasus apapun.

Terlahir di lingkungan pesantren Miftahul Ulum Al-Bashrowi Sampang Madura, dan mondok di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen Pamekasan salah satu Pesantren Besar Di Jawa Timur benar-benar mendidik Acong Latif menjadi pribadi yang kokoh dengan prinsip keislamannya.

Putra pasangan Kyai Ali Baidhowi dan Nyai Rofi’ah, sosok Ayah yang menjadi figur dan panutannya semenjak kecil. Sosok Ayah yang tegas dan berprinsip mengalir ke darah Acong Latif, begitupun sosok Ibunya yang lembut dan penuh kasih sayang juga mengalir ke darah Acong

    Acong Latif Semasa Kuliah
    Semenjak kecil, ajaran dan didikan pesantren melalui Ayah dan Ibunya selalu menjadi prinsip hidup hingga saat ini. Semasa study Ilmu Hukum di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Acong Latif sudah dikenal oleh teman-teman sejawatnya sebagai pribadi yang tegas, disiplin dan bertanggung jawab. Dunia aktivis kampus, juga memberikan pelajaran berharga bagi Acong Latif.

    Tidak heran, jika selama kuliah Acong Latif diberi kepercayaan sebagai Pemimpin di beberapa orgarnisasi yang gelutinya. Pada tahun 2008 misalnya, Acong Latif terpilih secara demokratis sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Selama menjabat sebagai Ketua BEM pada tahun 2008-2009, Acong Latif dikenal sebagai Pemimpin yang loyal, tidak jaim, dan tentu saja bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Salah satu prestasi besar yang diraihnya selama menjabat sebagai Ketua BEM, Acong Latif berhasil menginisiasi terbentuknya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. LBH tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu, yang membutuhkan bantuan hukum.

    Tentu saja, sebagai sosok yang dikenal sebagai aktivis kampus, Acong Latif juga aktif di beberapa organisasi lainnya. Seperti di Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Dewan Wilayah Jawa Barat, Acong Latif termasuk salah satu pengambil kebijakan di organisasi tersebut.

    Sebagai aktivis berdarah Madura, Acong Latif bersama-sama teman rantaunya yang berasal dari Madura mendirikan dan membesarkan Organisasi Kedaerahan (ORDA) yang diberi nama Komunitas Mahasiswa Madura (KMM). Bagi Acong Latif, KMM adalah keluarga besar yang dijadikan tempat berkumpulnya para mahasiswa rantau dari Madura Jawa timur. Pada tahun 2007-2009 Acong Latif dipercayai sebagai Ketua KMM

    Karir di organisasi Acong Latif tidak hanya berhenti di situ saja, tahun 2010-2011, Acong Latif terpilih sebagai Ketua Dewan Pemuda Intelektual Jawa Barat, Salah satu organisasi pemuda yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Jawa Barat. Di tahun yang sama, Acong Latif juga dipercaya sebagai Ketua Nasional Santri Modern Indonesia. Sebagai wakil santri dalam skala nasional, Acong Latif banyak memberikan masukan terhadap pemerintah terkait lembaga pendidikan Pesantren di Indonesia. Termasuk program bantuan ke madrasah di Pesantren pada saat pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

    Acong Latif di tahun 2011-2012 dalam Forum Kajian Hukum dan Agama (FORKA), dikukuhkan sebagai ketua di forum tersebut. Sesuai dengan kajian studynya, di FORKA, Acong Latif beserta teman-teman seorganisasinya melakukan kajian-kajian yang hasilnya ditulis dalam sebuah rekomendasi-rekomendasi terhadap pemerintah baik daerah maupun pusat.

    Acong, sapaan akrabnya melihat terjadinya banyak kejadian-kejadian berkedok “jihad” karena memang minimnya perhatian pemerintah dalam memberantas gerakan-gerakan radikalisme di Indonesia. Begitupun dengan banyaknya kejadian konflik agama, ras dan lain sebagainya menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinan Acong di Forum Kajian Hukum dan Agama (FORKA).

    Awal-awal menjadi advokat, karir organisasi dan keterlibatan Acong terus menanjak. Acong terlibat aktif di beberapa organisasi dan gerakan-gerakan nyata dalam ikut serta membangun bangsa Indonesia. Di tahun 2012-2014, Acong dipercaya sebagai Ketua Umum gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GPPB).

    Meniti Karir Menjadi Advokat
    Bagi Acong Latif, berprofesi sebagai penegak hukum tentu saja menjadi bagian dari proses untuk ikut serta membangun bangsa Indonesia yang berkeadaban. Acong menganggap, proses penegakan hukum di Indonesia masih banyak yang tidak sesuai dengan apa yang menjadi harapan bangsa ini. Memilih menjadi penegak hukum dalam profesinya sebagai Advokat, tentu bukan hal yang mudah bagi Acong untuk tetap sesuai dengan prinsip dan idealismenya. Hanya saja, Acong menganggap tidak bisa hanya berada di luar sistem dalam ikut serta menjadi bagian dari proses penegakan hukum di Indonesia. Dari sinilah, Acong menganggap penting untuk masuk ke dalam sistem proses penegakan hukum.

    Awalnya, dalam meniti karir menjadi Advokat, Acong Latif sudah bisa dibilang sudah kenyang pengalaman di dunia penegakan hukum. Sebelum membuka kantor sendiri, Acong pernah belajar di Pos Bantuan Hukum (POSBAKUM) Pengadilan Negeri Bandung, di samping itu juga tergabung dibanyak Lembaga Bantuan Hukum (LBH), misalnya di LBH LDR, LBH UIN Sunang Gunung Djati Bandung. Acong juga pernah belajar M & Rekan yang dipimpin oleh Advokat Ghamal Muadi. Termasuk dalam mendukung profesinya sebagai Advokat, Acong Latif juga mengikuti berbagai pelatihan non formal di bidangnya, seperti Pelatihan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang diselenggarakan oleh PERADI dan KAI, pelatihan Legal Drafting yang diselenggarakan oleh The Bond Of Senate Of Asian Law Students di Malaysia, dan beberapa pelatihan non formal lainnya.

    Dunia aktivis bagi Acong Latif tidak akan pernah selesai, di lingkungan Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Acong menjabat sebagai wakil ketua DPD Jawa Barat Sedang di LBH HAMI sendiri Acong pernah menjabat sebagai Ketua. Acong Latif juga hingga saat ini masih dipercaya sebagai ketua Dewan Pembina Aliansi Muda dan Masyarakat Muslim Indonesia dan Pelindung Selebriti Anti Narkoba Indonesia (SANI) serta Ketua VII Ikatan Alumni UIN Bandung yang mebawahi Bidang Hukum dan Ham dan Bidang Advokasi.

    Dalam aktifitas profesinya sebagai Advokat, melalui kantor hukum Acong Latif & Partners Law Firm yang dipimpinnya langsung. Beberapa kasus penting yang pernah ditanganinya, meliputi kasus Aceng Fikri, mantan Bupati Garut, Acong Latif dipercaya sebagai salah satu kuasa hukumnya.

    Tidak terlepas mantan Walikota Bekasi, Mochtar Mohammad yang pernah terjerat kasus tindak pidana korupsi (tipikor), Acong Latif dijadikan salah satu kuasa hukum dalam penanganan kasus tipikor mantan Walikota Bekasi tersebut.

    Penanganan kasus lainnya, beberapa tahun terakhir Acong Latif juga dipercaya sebagai salah satu kuasa hukum PT INALUM (Persero), kaitannya dengan kasus pajak. Sebelum PT INALUM (Persero), Acong Latif juga pernah menangani kasus Telkomsel (Persero), PT Padi Hijau, PT Angkasa Swarya, PT. Garuda Pratama Perkasa dan beberapa banyak kasus lainnya.

    Sebagai salah satu pengacara muda sukses, Acong Latif tetaplah seperti kebanyakan orang kenal. Berkat dedikasinya di bidang penegakan hukum, Aliansi Muda dan Mahasiswa Indonesia (AMMI), memberikan penghargaan kepada Acong Latif sebagai pengacara muda terbaik di Indonesia. Proses panjang yang dilalui Acong Latif sudah dilaluinya dengan prinsip dan idealismenya, kesuksesan yang dicapainya saat ini adalah buah dari apa yang telah dilaluinya sebagai pengacara muda idealis, berprinsip, dan kharismatik. Acong Latif, adalah tokoh muda yang dimiliki bangsa ini, yang bisa dijadikan figur bagi generasi muda.

    Lawyer muda Acong Latif saat ini Menjabat sebagai Direktur di Acong Latif & Partners Law Firm, Direktur di ARB Law Firm, Managing Partners di Universal Law Office, Komisaris di PT. Garuda Pratama Perkasa

    “Kami melayani konsultasi gratis terutama bagi masyarakat tidak mampu”; pungkasnya

    Untuk sekedar diketahui, masyarakat yang ingin konsultasi bisa mengakses melalui beberapa web atau email berikut

    Web/situs : www.aconglatif.com
    E-mail. : aconglatif@lawyer.com
    IG. : aconglatif


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here