Tim Kemenpora Nilai Kegiatan Musayana di Desa Robatal Sampang Layak ke Tingkat Nasional

0
532
Forkopimcam Robatal pose bersama dengan tim Penilai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Sampang, (regamedianews.com) – Musayana seorang perempuan kreatif asal Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur layak dan menjadi satu-satunya wakil pemuda pelopor Madura ke tingkat nasional 2019, di bidang  Agama, Sosial dan Budaya.

Pasalnya, kegiatan Kepemudaan Musayana tersebut yakni, Lapak Aksara, Desa Mengaji, Membatik dan Geleri Sampang Young Inspiration (SYI) memang benar-benar menginspirasi Pemerintah Kabupaten Sampang melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang dengan menjadi pemuda pelopor tingkat nasional 2019.


Kegiatan pemuda pelopor tingkat nasional 2019 ini di selenggarakan di Dusun Mungking, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang yang dikemas Festival Trunojoyo “Rampa’ Naong Baringen Korong” dihadiri tim Penilai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia, Dispora Jawa Jatim, OPD Kabupaten Sampang, Forkopimcam Robatal dan Kades serta masyarakat Robatal.

Kepala Bidang Kederisasi dan Pendayagunaan Kepemimpinan Kemenpora RI, Agus Nilmada Azmi mengatakan, ada 4 indikator penilaian yakni, dari sisi kualitatif dan kuantitatif dari dukungan masyarakat, perangkat desa hingga Pemerintah Provinsi. Sementara, Fact Finding pemuda pelopor tingkat nasional 2019 yang sudah masuk sebanyak 28 Provinsi dari 34 Provinsi di seluruh Indonesia dan nanti semuanya akan ditentukan di final di Jakarta.

“Jika melihat potensi kemampuan kepemimpinan, keuletan dan kreatifitas Musayana ini, Insyaallah ke Jakarta. Dan ini menajdi sejarah baru di Indonesia dari daerah terpencil dan juga baru kali ini Madura mengirimkan perwakilan. Tentunya, ini menjadi fokus kami sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo”, kata Agus Nilmada Azmi, Rabu (11/09/2019).

Agus Nilmada Azmi berpesan, pemuda di Indonesia harus meniru Musayana perempuan yang dinilai cerdas dan kreatif. “Ada tidaknya pemuda pelopor pemuda-pemuda di Indonesia harus meniru Musayana,” pungkasnya.

Asisten I Pemkab Sampang H. Nurul Hadi mengatakan, pihaknya sangat mendukung atas Kepeloporan Musayana tersebut. Kegiatannya setelah di evaluasi oleh tim penilai Kemenpora RI sangat menginspirasi.

“Kedepan terus berkembang lagi dari generasi muda juga bisa mencontoh prestasi yang dikembangkan oleh Musayana hingga ia bisa menjadi pemuda pelopor tingkat nasional 2019”, ucap Nurul Hadi.

Nurul Hadi berharap, pemuda pelopor ini bisa tumbuh merata di semua lini Kabupaten Sampang. “Dengan keberadaan Musayana ini akan mengiliminir semua informasi yang kurang baik di Kabupaten Sampang”, harapnya.

Musayana menuturkan, motivasi dirinya menjadi pemuda pelopor 2019, karena sebelumnya berangkat dari keresahaan Kabupaten Sampang yang selalu menjadi peringkat pertama di isu nigatif. Dengan peringkat itu dia ingin mencoba membuktikan di tingkat nasional isu-isu nigatif menjadi isu yang positif.

“Pemuda di Sampang mari saling bergandengkan tangan bersama untuk membangun Kabupaten Sampang. Dan jangan hanya saling menyalahkan satu sama lain untuk mempersiapkan Sampang di era industri 4.0. Kalau bukan pemuda Sampang siapa lagi dan kalau sekarang kapan lagi”, tuturnya. (adi/har)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here