Bawaslu Sampang Bentuk Program Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif

Saat berlangsungnya kegiatan pelaksanaan sekolah pengawasan partisipatif di kantor Bawaslu Sampang.

Sampang, (regamedianews.com) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengadakan program Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.

Untuk menciptakan hal tersebut, Bawaslu Sampang melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman kerjasama dengan Kampus IAI Nata Sampang dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bani Hasyim Kecamatan Banyuates.

Bacaan Lainnya

Ketua Bawaslu Kabupaten Sampang Insiatun mengatakan, tujuan program tersebut hanya ingin menjadi kader militan, pelaksanaan fungsi pendidikan Bawaslu RI, meningkatkan pengawasan partisipatif masyarakat dan meningkatkan pelibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif.

“Sebagai sarana pendidikan pemilu bagi masyarakat, pembentukan pusat pendidikan pengawasan pemilu yang berkesinambungan bagi masyarakat, meniciptakan kader pemilu yang tepat guna, menciptakan kantong-kantong atau simpul-simpul pengawasan di semua lapisan masyarakat yang ada di indonesia khususnya Kabupaten Sampang dan mewujudkan calon aparatur pengawas pemilu ditingkat Universitas,” ujar Insiatun, Senin (16/03/2020).

Insiatun berharap, peserta atau anak didik Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif mampu menjadi pengawas pemilu partisipatif dan penggerak masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif di daerahnya masing-masing.

“Program ini dapat berkesinambungan dan menjadi model pengawasan pemilu partisipatif yang dapat dilaksanakan pada pemilu-pemilu selanjutnya,” harapnya.

Rektor IAI Nata Sampang Moh Toyyib mengatakan, Sekolah Kader Pengawas Pemilu Partisipatif ini bagus demi pembelajaran, pendewasaan politik kebangsaan untuk Mahasiswa.

“Kerjasama seperti ini perlu untuk Mahasiswa sebagai kedewasaan politik di Indonesia kususnya di Sampang dan berharap MoU ini bisa mengembangkan pemikiran dan mampu mengedukasi,” pungkasnya. (adi/har)

Pos terkait