RUU HIP Berpotensi Timbulkan Polemik

Ketua Said Abdullah Institute Kabupaten Bangkalan Syafi'. (tengah)

Bangkalan || Rega Media News

Muhammad Said Abdullah anggota MPR/DPR RI dapil XI (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) diwakili tim Said Abdullah Institute (SAI) Kabupaten Bangkalan sosialisasikan urgensi empat pilar kebangsaan.

Bacaan Lainnya

Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) Bangkalan, menjadi sasaran tim SAI Bangkalan dalam memberi pemahaman empat pilar sebagai pondasi negara dengan perspektif, agama, sosial dan hukum.

Ketua Said Abdullah Institute Kabupaten Bangkalan Syafi’ menyampaikan, ditengah alot perdebatan pro kontra pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Indeologi Pancasila (RUU HIP). Maka Legislatif harus memberi oase kepada masyarakat.

Bahwa pembahasan RUU HIP dari segi waktu tidak pas. Disamping itu, negeri kita sedang disibukkan dalam penanganan covid-19.

“Sehingga ditengah persoalan bangsa yang sedang berduka ini, malah ditambah muncul pembahasan RUU HIP maka lebih baik DPR RI dan eksekutif fokus menuntaskan persoalan Covid-19,” ujarnya, Sabtu (11/7/20).

Sementara dari sisi substansi lebih berpotensi menimbulkan polemik. Menurutnya, perdebatan tentang pidato bungkarno itu dulu sudah tuntas. Dan ideologi empat pilar sudah final.

“Dan sekarang masih diangkat kembali dan menimbulkan perdebatan lagi. Jadi menurut saya tidak perlu legislatif dan eksekutif membahas RUU HIP, lebih baik fokus menangani covid-19,” pungkasnya. (sfn/sms)

Pos terkait