Menakar Janji Politik 2 Tahun Ra Latif & Mohni Memimpin Bangkalan

Bupati Bangkalan (R. Abd. Latif Amin Imron) dan Wabup Bangkalan (Mohni) saat diwawancara awak media.

Bangkalan || Rega Media News

Menakar janji politik kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron dan Mohni selama dua tahun terakhir memimpin Kabupaten Bangkalan.

Bacaan Lainnya

R. Abdul Latif Amin Imron dan Mohni resmi menjabat bupati dan wakil bupati Bangkalan periode 2018-2023 sejak senin 24 September 2018 lalu.

Semasa pesta Pilkada tahun lalu, tercatat bupati dan wakil bupati terpilih menggelorakan program-program unggulannya. Tercatat, ada 5 program unggulan dengan 26 rincian program.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengaku selama 2 tahun memimpin Kabupaten Bangkalan mengaku susah senang telah dapat dilalui bersama.

Namun, menurut Ra Latif yang pasti selama dua tahun terakhir banyak menerima keluh kesah dari masyarakat perihal peyalanan.

“Terkait pelayanan kurang ini, pelayanan kurang itu sehingga kami bisa mendengar kekurangan yang perlu diperbaiki. Kami bersyukur ada masukan dari masyarakat, sehingga kami bisa menilai dan mengivaluasi kinerja seluruh OPD,” kata Ra Latif sapaan akrabnya, Kamis (24/9/20), usai menggelar tasyakuran 2 tahun memimpin Bangkalan, di pendopo Agung.

Menurutnya, selama akan merealisasikan program yang telah direncanakan tentu mengalami banyak hambatan. Salah satu hambatan yang paling dirasakan adanya wabah pandemi covid-19.

“Akibat bencana non alam ini semua program kegiatan kami tidak bisa berjalan dengan maksimal,” tukasnya.

Terkait janji politik pada saat masa kampanye waktu lalu yang belum terlaksana, menurut Ra Latif, kedepan tahun 2021 dan tahun selanjutnya program yang belum terlaksana akan direalisasikan.

“Jadi janji-janji kampanye waktu lalu, kedepan pasti akan ditepati. Tahun ini beberapa program sudah sebagian kecil dilaksanakan,” ujarnya.

Meskipun semua realisasi program menurut Ra Latif tidak harus semua menggunakan APBD murni Bangkalan. Ia menjelaskan, dalam realisasi programnya pihaknya melibatkan pihak ketiga.

“Seperti program santri enterpreneurship kita melakukan kerjasama dengan BPWS, dengan cara melatih meningkatkan potensi wirausaha para santri dan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku dalam menjalankan wacana programnya akan terus jemput bola baik pada pemerintah Jatim maupun ke Kementerian

“Kita mencari program -program apa saja yang sekiranya bisa membantu dan mendorong realisasi program pemerintah daerah. Sebab, kalau hanya mengandalkan APBD Bangkalan tidak akan cukup,” tambah Ra Latif.

Ia juga berharap di tengah sisa kepemimpinan selama tiga tahun kedepan, masyarakat bisa mengawasi dan mengontrol proses berjalannya kepemerintahan di Bangkalan.

“Agar visi-misi kami bisa terwujud dengan baik menjadikan masyarakat Bangkalan sejahtera. Karena tanpa sinergi dan peran semua pihak program apapun tidak akan bisa berjalan dengan maksimal,” pintanya.

Berikuti 26 Program yang sudah di kampayekan Bupati dan wakil Bupati Bangkalan Terpilih periode 2018-2023.

Lima Program unggulan Sejahtera

1. Pintar dan Sehat (5 program)
2. Mandiri (5 Program)
3. Mengayomi (6 Program)
4. Membangun dari Pinggiran (8 Program)
5. Berbudaya ( 3 Program)

1. Sejahtera ” Pintar dan Sehat” (5 program).

1. Bersekolah tanpa pungutan dari SD hingga SMP dan subsidi Rp.1.000.000,-per siswa bagi pelajar SMK/SMA miskin , 500 beasiswa Perguruan Tinggi bagi pelajar berprestasi.

2. Meningkatkan ketrampilan dan mutu bagi guru.

3. Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren.

4. Berobat gratis dan terjangkau serta perbaikan mutu layanan tenaga perawat, bidan dan dokter melalui peningkatan kapasitas Puskesmas Rawat Inap dan perbaikan sistem rujukan antar fasilitas kesehatan (Rumah Sakit).

5. 3 Dokter 1 puskesmas dan Bantuan iuran pembayaran (BIP) per KK miskin.

2. Sejahtera “Mandiri” (5 Program)

6. Pelayanan infomasi, perizinan usaha dan urusan umum yang memastikan semua warga mendapat hak pelayanan berkualitas, mudah dan cepat.

7. Santri enterepreneur dan 1.000
wirausahawa di setiap Kecamatan dengan
menguatkan kemitraan sinergi pengelola
pendidikan, BLK, penyedia lapangan kerja dan Kementerian / Lembaga.

8. Mengoptimalkan fasilitas pelabuhan rakyat, revitalisasi terminal dan penetapan zonasi industri secara proporsional yang
memperhatikan prioritas lahan.

9. Memberikan bantuan modal usaha, teknologi dan pemasaran untuk petani, peternak, nelayan, UMKM dan Koperasi.

10. 1 Desa/Kelurahan 1 mobil multiguna

3. SEJAHTERA ” Mengayomi ” (6 Program)

11. Menggerakkan barisan relawan SEHATI (Sejahtera Bersama Bup ati) yang tanggap darurat bencana, kasus kesehatan dan kerentanan sosial.

12. Memastikan kesejahteraan petani melatui akses jaminan premi asuransi pertanian, pemanfaatan teknologi tepat guna dan akses pemasaran hasil usaha tani.

13. Memastikan kesejahteraan petani melalui akses jaminan premi asuransi pertanian ,pemamfaat tekhnologi tepat guna dan akses prmasaran hasil usaha tani.

14. Meningkat asuransi kesehatan bagi guru mengaji, imam masjid dan penjaga makam.

15. Meningkatkan insentif bagi Ketua RT dan RW, serta asuransi kerja bagi nelayan.

16. Meringkatkan jumlah penerima insentif bagi guru Madrasah Diniyah (MADIN) dan Pondok pesantren.

4. Sejahtera “Membangun dari Pinggiran” (8 Program)

16. Memastikan Jalan Kabupaten berstatus baik dan layak melalui pemerataan dan peningkatan akses jalan wilayah pelosok.

17. Meningkatkan Penerangan Jalan Umm. (PJU )di pedesaan dan irigasi pertanian melalui jaringan pipanisasi pengeboran sumur dalam (artesis).

18. Memfasilitasi ketersediaan dan distribusi pupuk tepat waktu, sarana pertanian dan memaksimalkan produktivitas lahan petani.

19. Penyediaan air bersih bagi rumah tangga pelosok dan bedah rumah layak huni 1.000 unit

20. Merevitalisasi pasar-pasar desa dan
pemanfaatan cold storage TPI sesuai kebutuhan

21. Memfasilitasi perbaikan alat tangkap nelayan dan pendampingan KUB, Kelompok Budidaya Ikan, Kelompok Pengolahan dan Pemasaran guna mengupayakan nilai tambah usaha Mikro kecil nelayan.

22. Memfasilitasi penguatan dan pendampingan bagi Pemerintahan Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

23. Memfasilitasi keunggulan lokal berbasi potensi sumber daya alam, industri kreatif dan ekonomi desa.

5. Sejahtera ” Berbudaya ” ( 3 Program)

24. Menjadikan Masjid Maqbarah Syaikhona Kholil sebagai pusak kebudayaan Islam mengembangkan Bangkalan sebagai Kota Dzikir dan Sholawat.

25. Memfasililasi kelompok kesenian, Situs-Situs budaya lokal dan mengembangkan kegiatan kepemudaan dan olah raga.

26. Menyelenggarakan “Festival Kitab Kuning” tahunan bertaraf nasional. (sfn/sms)

Pos terkait