Pengalaman Perang Pelopor Brimob, Hudaya Sumarya Dijadikan Buku

  • Bagikan
Dansat Brimob Polda Jabar (Kombes Pol. Asep Saepudin) saat ziarah ke makam Letkol Pol (alm) Hudaya Sumarya.

Cimahi || Rega Media News

Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Asep Saepudin pimpin pelaksanaan kegiatan ziarah kubur dalam rangkaian HUT Brimob ke-75 ke makam Letkol Pol (alm) Hudaya Sumarya di Cibeber Cimahi, Rabu (12/11/20).

Almarhum Letkol Pol. Hudaya Sumarya, merupakan salah satu pemimpin Pasukan Pelopor dan Brimob yang telah berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di wilayah Rumbati Irian pada 1962.

Menurut Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Asep Saepudin, beliau merupakan pemimpin yang cakap, dimana kebiasaan beliau sebelum melaksanakan tugas, satu atau dua hari sebelumnya sering memberikan pencerahan.

“Sebagai prajurit yang terlatih, saat menjabat Kapolres beliau sering memberitahukan bagaimana menjadi prajurit istimewa, cara menggunaan persenjataan. Dan sampai-sampai beliau tahu persis persenjataan yang digunakan oleh musuh, dan jarak tembaknya berapa,” papar Asep, usai melakukan tabur bunga di makam Almarhum.

Dilain pihak, Maktal SN, salah satu dari anak Almarhum sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kedatangan Dansat Brimob Polda Jabar beserta jajaran kemakam ayahandanya.

Sabagaimana tadi disampaikan, ayahandanya merupakan parjurit yang biasa terlatih dimedan peperangan. Pengalamannya, sampai dibukukan atau dibuat menjadi catatan untuk disampaikan kepada kader-kader selanjutnya.

“Pengalaman ayah saya dimedan perang sampai dijadikan catatan, karena ada beberapa yang mungkin tidak masuk logika. Hal itu yang menjadi catatan untuk disampaikan kembali ke kader-kader selanjutnya,” jelas Maktal.

Ditambahkan Maktal, prajurit jangan sampai kalah dengan binatang babi. Artinya, Polisi pada saat itu kondisi ekonominya sangat sulit, tidak seperti sekarang.

“Kami anak-anaknya pada waktu itu tidak disarankan untuk menjadi polisi. Karena alasan itu tadi, sulit secara ekonomi dan lainnya,” tuturnya.

Namun, katanya, pada saat itu Polisi tidak lebih rendah dari yang lain. Banyak hal yang tidak tersampaikan bahwa Polisi juga punya banyak andil. Seperti waktu pengawalan Presiden pertama dari Jakarta ke Jogja.

Belum lagi, lanjutnya, saat 19 orang yang diperintahkan untuk mengawal Presiden Soekarno dari Madiun ke Kandangan.

“Hal-hal seperti itulah yang mestinya kita sampaikan, bahwa saat itu Brimob ada,” pungkasnya. (agil)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Klik disini??
Ada Informasi??
Selamat Datang Di regamedianews.com
Silhkan Sampaikan Informasi Anda !!!!