Siswi SD di Sampang Tewas Terseret Arus Sungai

- Jurnalis

Minggu, 7 Desember 2025 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: foto ilustrasi bocah perempuan tenggelam.

Caption: foto ilustrasi bocah perempuan tenggelam.

Sampang,- Suasana ceria dan rujakan di pinggir sungai berujung duka di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Minggu (7/12/25).

Seorang siswi Sekolah Dasar (SD), Wilda Aristia Hartoto (11), tewas tenggelam setelah terseret arus deras Sungai Kembang Kuning.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Mohammad Hozin, membenarkan kejadian tersebut.

“Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 08:00 wib, di Desa Gunung Eleh,” ujarnya kepada regamedianews.

Ia menjelaskan, korban bersama tujuh orang temannya pergi ke sungai dengan niat mandi dan rujakan.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Batasi Mobilitas Warga Melalui Physical Distancing Di Sejumlah Perumahan

“Setelah selesai mandi dan hendak naik ke daratan, insiden terjadi,” ungkap Hozin.

Setelah selesai mandi, dua anak kembali ke sungai karena baju salah satu temannya hanyut.

Nahas, kedua anak yang berusaha mengambil baju tersebut justru ikut terseret arus sungai.

“Meskipun satu anak berhasil menyelamatkan diri, korban (Wilda) tidak mampu melawan kuatnya arus dan tenggelam,” ujarnya.

Lanjut Hozin mengungkapkan, teriakan teman-teman korban segera mengundang perhatian warga setempat.

“Pencarian terhadap korban pun langsung dilakukan,” ucapnya.

Hanya dalam waktu sekitar setengah jam, atau sekitar pukul 09:00 wib, korban ditemukan dalam kondisi lemas tak bernyawa.

Baca Juga :  Stimulus Kelistrikan Diperpanjang, Ombudsman Minta Pemerintah Perkuat DTKS

“Upaya penyelamatan sempat dilakukan relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Kedungdung,” terang Hozin.

Setelah ditemukan, relawan PMI segera melakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP), namun sayangnya tidak membuahkan hasil.

“Korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Eleh,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut, Hozin menghimbau masyarakat meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.

“Khususnya kepada para orang tua, agar mengawasi anaknya tidak bermain di area sungai, terutama disaat musim hujan,” imbaunya.

Penulis : Harry

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja
Waspada Longsor Susulan, Puluhan Warga Sana Daya Pamekasan Mengungsi
Baru Diresmikan, Kabel Trafo PJU JLS Sampang Dicuri
Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah
Dua Truk Adu Banteng di Jalan Raya Camplong Sampang
Kakek di Sampang Ditemukan Meninggal di Dalam Masjid
Nelayan Sampang Meninggal Saat Melaut
Puting Beliung Sapu Wilayah Tlagah Sampang

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 10:49 WIB

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:47 WIB

Waspada Longsor Susulan, Puluhan Warga Sana Daya Pamekasan Mengungsi

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:03 WIB

Baru Diresmikan, Kabel Trafo PJU JLS Sampang Dicuri

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:05 WIB

Geger! Sumur Bor di Bangkalan Semburkan Minyak Mentah

Sabtu, 3 Januari 2026 - 12:11 WIB

Dua Truk Adu Banteng di Jalan Raya Camplong Sampang

Berita Terbaru

Caption: jaket hitam, Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur saat meninjau rumah warga Sana Daja yang rusak akibat fenomena tanah gerak, (dok. Kurdi Rega Media).

Peristiwa

DPRD Pamekasan Desak BPBD Segera Tangani Longsor di Sana Daja

Senin, 19 Jan 2026 - 10:49 WIB

Caption: sejumlah warga Desa Gersempal berada di halaman rumah terduga pelaku wanita inisial SH, dan tampak anggota Polsek Omben melakukan pengamanan, (sumber foto: Humas Polres Sampang).

Hukum&Kriminal

Diduga Selingkuh, Pemuda di Sampang Disandera Warga

Minggu, 18 Jan 2026 - 13:53 WIB