Sampang Darurat Pergaulan Bebas
SAMPANG • Maraknya tindak asusila belakangan ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Pergaulan bebas, minuman keras (miras), hingga lemahnya pengawasan menjadi faktor utama pemicu masalah tersebut.
Hal ini di sampaikan Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, Kiai Achmad Rofik.
Ia menilai, kondisi kenakalan remaja saat ini sudah masuk dalam fase darurat.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi Sampang saat ini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Rahmat tersebut, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, perubahan zaman yang serba cepat dan pengaruh media sosial membuat remaja kian rentan.
“Deretan kasus viral yang terjadi belakangan ini, harus menjadi alarm keras bagi semua elemen masyarakat,” tegasnya.
Gus Rahmat mengingatkan, dampak pergaulan bebas tidak hanya merusak etika.
“Efek domino dari perilaku ini bisa menyeret remaja ke dalam jeratan narkoba, miras, kriminalitas, hingga kehamilan di luar nikah,” ungkapnya.
Tantangan sosial yang berat ini dinilai tidak bisa dibebankan kepada pihak keluarga sendirian.
“Orang tua memang wajib meningkatkan pengawasan dan kedekatan emosional dengan anak,” imbaunya.
Namun, sinergi lintas sektor juga mutlak diperlukan. Pihak sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah daerah harus hadir menciptakan lingkungan yang aman.
“Ini panggilan moral. Pemerintah harus hadir untuk memperbaiki, membimbing, dan menuntun anak-anak kita,” tegas Gus Rahmat.
Oleh sebab itu, ia mendesak Pemerintah Daerah untuk lebih serius melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan secara masif di kalangan pelajar.
“Sekolah juga diharapkan tidak hanya fokus pada nilai akademik semata,” imbuhnya.
Menurut Gus Rahmat, penguatan karakter dan pembinaan akhlak harus menjadi fondasi utama dalam membentengi generasi muda.
“Generasi muda adalah aset daerah. Kalau hari ini kita abai, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan Sampang,” pungkasnya.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


