SAMPANG • Raut lesu membalut wajah Sarmah (37), warga Dusun Malenggur, Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.

Pria yang menjadi tulang punggung keluarga bagi istri dan dua anaknya ini, tak lagi secekatan dulu.

Sejak 13 tahun lalu, ruang geraknya terbatas akibat penyakit tumor di tangan kirinya yang kian membesar.

“Belasan tahun saya berjuang melawan penyakit ini. Saya hanya berharap masih ada jalan keluar untuk sembuh,” ujar Sarmah dengan mata berkaca-kaca, Minggu (9/8/2026).

Di tengah keterbatasan ekonomi, berbagai pengobatan medis hingga non-medis telah ia tempuh.

Namun, hasilnya nihil hingga keputusasaan kerap menghampiri.

Harapan baru akhirnya muncul, setelah Pemerintah Desa Gunung Rancak mengadukan kondisinya kepada Bupati Sampang H. Slamet Junaidi.

Tak butuh waktu lama, tim medis dari Puskesmas setempat segera diterjunkan ke kediaman Sarmah, untuk memberikan penanganan awal.

“Tadi pagi pak Kades berkunjung dan bilang sudah menyampaikan ke pak Bupati. Alhamdulillah, tim Puskesmas langsung datang ke sini,” tutur Sarmah penuh syukur.

Sarmah menyampaikan, apresiasinya kepada Pemdes Gunung Rancak dan Bupati Sampang atas perhatian cepat tersebut.

Ia berharap pendampingan medis terus dilakukan hingga dirinya benar-benar pulih.

“Bagi saya, kembali berjuang mencari nafkah sebagai tulang punggung keluarga adalah sebuah anugerah dan impian,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengatakan, ia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengawal penuh proses pengobatan Sarmah.

“Setelah tadi dapat laporan langsung kita perintahkan tim Dinkes, untuk turun dan mengawal penanganan medisnya,” tegas Slamet Junaidi.

Penulis: Ifan
✅ Editor: Redaksi