Kekeringan!, Warga Gunung Rancak Rela Rogoh Saku Demi Dapatkan Air Bersih
SAMPANG • Kemarau panjang dan cuaca panas terjadi di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.
Akibatnya, beberapa desa yang tersebar dibeberapa kecamatan mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih.
Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Gunung Rancak Kecamatan Robatal.
Saat ini, jika ingin mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi dan kebutuhan sehari-hari, warga harus merogoh kocek pribadi.
Mereka harus membeli air bersih tersebut kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribu, itupun tergantung kapasitas air yang diinginkan.
Seperti yang dituturkan Matheri (39) warga Dusun Arnih Timur kepada Rega Media.
Ia mengaku, telah berkali-kali membeli kebutuhan air bersih untuk kebutuhan keluarganya.
“Akibat kemarau ini alami kekeringan, air bersih sangat kurang,” tuturnya, Jumat (4/9/2026).
Matheri mengungkapkan, tidak hanya dirinya yang mengalami hal tersebut, tapi juga warga disekitar kediamannya.
“Rata-rata disini semua beli mas, demi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Matheri, meski di sekitar ada beberapa sumur bor, namun akibat kemarau panjang membuat sumur tersebut kering.
“Tidak ada airnya, sudah tidak bisa menyuplai kebutuhan air ke warga,” imbuhnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin mengatakan, 12 kecamatan dalam status kekeringan kritis yang diprediksi terjadi pada tahun 2026.
Diantaranya meliputi Robatal, Karang Penang, Jrengik, Camplong, Kedungdung, Omben, Banyuates, Sampang, Sokobanah, Sreseh, Tambelangan, dan Torjun.
“Yang tidak termasuk kering kritis ada 2 kecamatan, yaitu Ketapang dan Pangarengan,” tuturnya, Rabu (19/8).
Dari 12 kecamatan tersebut, menurutnya ada sekitar 78 desa yang berpotensi mengalami kekeringan kritis akibat kemarau yang melanda.
“Kekeringan di Kabupaten Sampang tahun 2026 ada 12 kecamatan, 78 desa yang masuk kering kritis,” pungkasnya.
✅ Penulis: Ifan
✅ Editor: Redaksi


