SAMPANG • Pemerintah Kabupaten Sampang mengapresiasi bantuan air bersih dari SKK Migas untuk warga terdampak kekeringan.

Kendati demikian, Pemkab menegaskan bantuan air pasokan gratis tersebut bukanlah solusi yang tuntas.

Hal ini disampaikan Wabup Sampang KH. Ahmad Mahfud, dalam acara penyerahan Sejuta Liter Air Bersih SKK Migas di Pendopo Trunojoyo, Kamis (8/10/2026) sore.

Ia mengungkapkan, saat ini bencana kekeringan meluas hingga melanda 7 dari 14 kecamatan di Sampang.

“Kondisi tersebut membuat ribuan warga terus bergantung pada kiriman bantuan air bersih,” ujarnya.

Wabup akrab disapa Ra Mahfud menyebut, aksi bagi-bagi air bersih hanyalah penanganan darurat sementara.

Menurutnya, langkah ini belum menyentuh akar permasalahan yang berulang setiap tahun.

“Penyaluran air bersih ini merupakan langkah jangka pendek untuk mengurangi beban masyarakat,” tegasnya.

Ia mendorong SKK Migas bersama pihak terkait, membangun infrastruktur air yang permanen.

“Kami ingin ada langkah konkret berupa pembangunan fisik, demi menjamin ketahanan air daerah,” tuturnya.

Beberapa solusi jangka panjang yang disorot Ra Mahfud, yakni meliputi pembangunan embung penampung air hujan.

Selain itu, juga tandon komunal pemukiman, hingga penguatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ke desa-desa.

“Kami tidak ingin membiasakan masyarakat menadahkan tangan, tetapi mengajak berkarya agar memiliki ketahanan mandiri,” tegasnya.

Ra Mahfud berharap, SKK Migas terus terlibat aktif merealisasikan infrastruktur tersebut.

“Tentunya agar warga tidak lagi terus-menerus mengalami krisis air saban musim kemarau,” pungkasnya.

✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi