SAMPANG • Polisi menggerebek lokasi yang diduga kuat menjadi sarang narkoba di wilayah Camplong, Sampang, Madura, Jawa Timur.

Penggerebekan yang berlangsung pada Jumat (16/10/2026) siang tersebut menyasar dua lokasi terpisah.

Menariknya, kedua tempat penyimpanan dan penggunaan narkoba itu berada di dalam satu desa yang sama.

Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Iya benar, Satresnarkoba yang melakukan penggerebekan,” ujarnya kepada Rega Media, Selasa (20/10) siang.

Namun saat petugas mengepung dan masuk ke lokasi, tempat tersebut sudah dalam keadaan kosong.

“Tak ada satu pun pelaku maupun pengguna yang berhasil diamankan dari Tempat Kejadian Perkara (TKP),” terangnya.

Meski para pelaku berhasil meloloskan diri, kata Eko, polisi menemukan fakta mengejutkan di lapangan.

Petugas membongkar belasan tempat tersembunyi yang sengaja dibangun khusus untuk mengonsumsi sabu.

“Di lokasi tersebut terdapat 18 bilik narkoba yang berhasil dibongkar Resnarkoba,” ungkap Eko.

Dari hasil olah TKP di dua lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti.

“Kami mendapatkan 8 bong, serta 28 plastik kecil yang diduga kuat bekas wadah sabu-sabu,” tuturnya.

Selain narkoba, petugas juga menemukan alat komunikasi yang diduga dipakai pelaku untuk memantau pergerakan polisi.

“Dalam penggerebekan, petugas mendapati cast HT di lokasi dan barang bukti yang lain,” ungkap eks Kapolsek Ketapang tersebut.

Eko menjelaskan, keberadaan HT diduga kuat menjadi alat pertahanan para pelaku dari sergapan polisi.

“Dimungkinkan HT digunakan sebagai alat komunikasi ketika ada petugas yang datang,” terangnya.

Menurut Eko, sistem peringatan dini sederhana itu membuat pelaku melarikan diri sebelum polisi tiba.

“Sehingga para pelaku bisa mengetahui, jika ada petugas yang datang dan langsung kabur,” pungkasnya.

✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi