Sampang • Polemik isu penetapan karyawan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) disinyalir tanpa koordinasi ke desa di Sampang yang membuat Kepala Desa dan Ketua Koperasi meradang bisa menjadi permasalahan baru yang serius jika tidak segera diatasi

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu aktivis Sampang yang juga tim Generasi Peduli Negeri (GPN) Rolis Sanjaya

Rolis meniliai jika itu benar-benar terjadi hal tersebut bisa menjadi persoalan baru, dan bisa menjadi salah satu penyebab terhambatnya kelancaran operasional koperasi ditingkah bawah, bahkan menurutnya bisa menciptakan konflik baru

“Jika ini terjadi, ini bisa menjadi penghambat suksesnya koperasi dan bahkan bisa menciptakan konflik baru ditingkat bawah”,ujarnya, Jumat (30/10/26)

Pria yang dikenal sebagai aktivitas berkuda itu menambahkan bahwa permasalahan tersebut wajar memantik reaksi kritik dari pihak desa dan pengurus KDKMP seperti yang terjadi didesa Lepelle dan Gunung Rancak kecamatan Robatal

Pasalnya menurut Rolis, pembangunan KDMP di Sampang dari awal memang tidak lepas dari peran vital pemerintah desa, mulai dari segi administrasi pembentukan badan hukum, pengurus, penyiapan lahan, bahkan pengawalan pembangunan koperasi

“Bayangkan, tiba-tiba muncul nama karyawan yang tidak pernah dikomunikasikan, tiba-tiba ada nama yang terdaftar sebagai karyawan”,jelasnya

Hal itu menurut Rolis secara etika tetap melukai perasaan para pemangku kebijakan didesa tersebut, karena dapat menimbulkan  penilaian Agrinas terlalu memonopoli hingga ke tingkat desa

“Terkadang hal seperti itulah yang bisa melahirkan konflik baru ditingkat bawah’,imbuhnya

Apalagi menurut Rolis, dalam perekrutan manajer koperasi, desa telah menyerahkan kepada Agrinas, namun pastinya desa juga berharap karyawan dibawah manager bisa dilibatkan demi sinergitas bersama antara beberapa elemen yang nantinya bisa beriringan bersama demi mensukseskan program perioritas nasional itu

“Nah, ketika bawahan manajer juga harus di monopoli Agrinas tanpa koordinasi dengan pihak desa itu jelas merasa kecewa, dimana letak kerjasamanya’,tuturnya

Rolispun mengingatkan Agrinas, agar peristiwa seperti ini tidak berlarut-larut karena bisa memicu konflik dan memicu gelombang penolakan yang bisa menghambat tujuan mulia dibangunnya koperasi di Indonesia, terutama diwilayah Sampang

“Saran saya Agrinas betul-betul harus berhati-hati, sikapi dengan segera, demi kondusivitas dibawah”,tutupnya.

Sebelumnya, beredar info terkait penetapan karyawan koperasi diduga tanpa koordinasi kepada pihak desa yang membut bebrapa kepala desa dan pengurus koperasi meradang

Namun hingga saat ini beberapa pihak yang telah dikonfirmasi tim media ini, belum memberikan jawaban terkait polemik tersebut.