Sampang,- Menanggapi isu demonstrasi yang sempat memanas di kalangan masyarakat, Komisi II DPRD Sampang inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta-KP) setempat, Jumat (2/1/2026) pagi.
Langkah taktis ini untuk memastikan aspirasi petani tidak tersumbat dan mencari solusi, atas keterlambatan distribusi bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang tengah menjadi sorotan.
Ketua Komisi II DPRD Sampang Alan Kaisan menegaskan, kehadiran legislatif di lapangan bukan sekadar rutinitas, melainkan respon terhadap dinamika sosial di masyarakat.
Sebelumnya, santer beredar kabar akan adanya aksi unjuk rasa ihwal distribusi bantuan pertanian tersebut.
Politisi Partai Gerindra ini memastikan, setiap keluhan dan aspirasi masyarakat sudah tersampaikan dan diterima dengan baik oleh dinas terkait.
“Kabar adanya rencana demo menjadi alarm bagi kami, untuk mengecek langsung kondisi di lapangan,” ujar Alan, dikutip dari salah satu media online.
Selain isu demonstrasi, Komisi II juga menyoroti realisasi APBD Perubahan, khususnya pengadaan alsintan yang hingga menjelang akhir tahun belum sepenuhnya sampai ke tangan petani.
Alan menekankan pentingnya efektivitas waktu, mengingat petani saat ini sangat membutuhkan dukungan alat untuk musim tanam.
“Secara administratif, SK penerima sudah lengkap. Namun, kendala teknis yang ada harus segera dibereskan,” ujarnya.
“Ini menjadi evaluasi, bantuan seperti traktor harusnya sudah bisa dimanfaatkan petani saat mereka mulai turun ke sawah,” tegas Alan.
Sementara itu, Kepala Disperta KP Sampang, Suyono, menyambut baik pengawasan ketat dari pihak legislatif.
Ia mengungkapkan, tensi di masyarakat sempat meningkat, namun berhasil diredam melalui komunikasi yang intens.
“Terkait rencana aksi unjuk rasa dari aliansi masyarakat, informasi terbaru yang kami terima semalam, resmi dibatalkan,” ungkap Suyono.
Mengenai progres kegiatan tahun anggaran ini, ia menjelaskan, mayoritas program sudah berjalan sesuai jalur (clear). Fokus utama tinggal menuntaskan distribusi sisa bantuan fisik.
“Hanya tersisa traktor roda dua sedang dalam proses. Selebihnya, baik yang bersumber dari APBD maupun bantuan langsung kementerian, secara teknis sudah siap,” pungkasnya.
Penulis : Harry
Editor : Redaksi










