SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, mengapresiasi sinergitas yang terjalin erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Hubungan harmonis ini, dinilai menjadi kunci dalam percepatan pembangunan di wilayahnya.

Apresiasi tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Gubernur Jatim Khofifah, dalam kegiatan “Sapa Bansos” di Pendopo Trunojoyo, Selasa (3/3/2026).

Dalam sambutannya, Bupati akrab disapa Haji Idi ini mengungkapkan, rasa terima kasih atas bantuan 300 drum aspal dari Pemprov Jatim.

Bantuan tersebut, menjadi solusi konkret bagi perbaikan infrastruktur, terutama di kawasan pendidikan pesantren.

“Banyak aspirasi masyarakat terkait jalan non-kabupaten yang tidak bisa kami anggarkan langsung, namun melalui dukungan Ibu Gubernur, hal ini bisa segera kita wujudkan,” ungkap Haji Idi.

Meski kondisi wilayah dilaporkan aman dan kondusif, Bupati Sampang dua periode ini mengakui adanya tantangan berat di tahun kedua kepemimpinannya.

Penurunan Transfer Kas Daerah (TKD) yang melanda hampir seluruh Indonesia, memaksa Pemkab Sampang melakukan efisiensi besar-besaran.

Mulai dari pemangkasan anggaran operasional dinas, perjalanan dinas, hingga penyesuaian program di Dinas Pendidikan dilakukan demi menjaga stabilitas sosial.

“Kami harus melakukan efisiensi di berbagai sektor, demi memprioritaskan kebutuhan sosial masyarakat yang lebih mendesak,” tegas mantan anggota DPR RI tersebut.

Di tengah pengetatan anggaran, Haji Idi menegaskan, kesejahteraan masyarakat kurang mampu dan anak yatim tetap menjadi prioritas utama.

Ia mengungkapkan, Pemkab Sampang secara konsisten mengalokasikan anggaran santunan hingga Rp6 miliar per tahun untuk sekitar 6.000 anak yatim.

Sadar akan keterbatasan APBD, Haji Idi juga aktif menggandeng sektor swasta dan BUMD melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Salah satu hasilnya, kolaborasi dengan Bank Jatim dalam penyaluran bantuan beras kepada warga,” ungkapnya.

Tidak hanya mengandalkan jalur birokrasi, Haji Idi juga kerap turun tangan secara pribadi membantu warga yang kesulitan.

Baginya, memimpin Sampang bukan sekadar jabatan, melainkan bentuk pengabdian.

“Niat kami ibadah. Selain dari CSR dan bantuan provinsi, secara pribadi pun kami berupaya membantu semaksimal mungkin. Kami hanya berharap doa agar Sampang sejahtera,” pungkasnya. (hry)