Sikapi Kasus Guru-Wali Santri, DPRD Sampang: Bangun Kesadaran Bersama
SAMPANG • Kasus kekerasan yang menimpa seorang guru tugas pesantren hingga berujung vonis 5 tahun penjara bagi wali santri, memantik perhatian serius dari kalangan legislatif.
Menyikapi polemik tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, buka suara. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Menurutnya, hubungan antara institusi pendidikan, guru, dan wali murid harus dilandasi komitmen dan kesepahaman yang jelas sejak awal.
“Harus ada kesadaran bersama antara wali murid dan guru. Ketika menitipkan anak ke pesantren atau sekolah, harus jelas dari awal apa batasan-batasannya,” ujar Mahfud, Senin (25/5/2026).
Menanggapi kekhawatiran munculnya fenomena saling lapor dari wali murid, Mahfud meminta orang tua untuk tidak bersikap terlalu emosional, dalam melindungi anak tanpa melihat duduk perkara yang utuh.
“Wali murid jangan terlalu baper juga, terlalu melindungi anaknya. Harus ada klarifikasi yang utuh,” tegas anggota DPRD dari Fraksi PKS ini.
Ia menambahkan, segala dinamika di lingkungan pendidikan seyogianya diselesaikan secara bijak. Jalur kekerasan maupun saling lapor ke aparat penegak hukum, bukanlah solusi utama.
Lebih lanjut Mahfud mengingatkan hakikat dari pendidikan pesantren. Jika tujuan orang tua membentuk karakter dan pemahaman agama yang mendalam untuk akhirat, maka rasa percaya kepada guru harus ditumbuhkan.
“Kalau diinginkan akhirat, anaknya supaya mengerti agama, kan harus ditaruh di pesantren. Ketika anak belajar, harus tunduk demi hormat kepada gurunya,” tandasnya.
Namun, ia juga memberikan catatan tegas, pihak legislatif tidak menoleransi jika ada oknum pengajar yang melakukan pelanggaran berat.
“Kita tidak menutup kemungkinan ada oknum guru yang nakal, seperti tindakan asusila dan lain sebagainya. Siapapun yang melanggar hukum, harus ditindak berdasarkan ketentuan berlaku,” imbuhnya.
Meski demikian, Mahfud optimis masyarakat Kabupaten Sampang saat ini sudah jauh lebih cerdas, religius, dan dewasa dalam menghadapi konflik.
Ia mengibaratkan, situasi daerah saat ini sudah sangat kondusif berkat nilai-nilai agama dan kesadaran hukum yang terus bertumbuh.
“Saya kira Sampang ini tidak sekacau dulu di masa orang-orang jahiliyah. Jika semuanya tidak mengedepankan egoisme masing-masing, semuanya akan baik-baik saja,” pungkasnya.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


