Kuota RTLH Pamekasan 2025 Menurun, Anggaran Per Unit Diusulkan Naik

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption: Dwi Bed perwakilan penanggungjawab program rumah tidak layak huni di Kabupaten Pamekasan,  (dok. Kurdi Rega Media).

Caption: Dwi Bed perwakilan penanggungjawab program rumah tidak layak huni di Kabupaten Pamekasan, (dok. Kurdi Rega Media).

Pamekasan,- Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2025 mengalami penyesuaian kuota penerima.

Hal tersebut, disampaikan penanggung jawab RTLH yang diwakili Dwi Bed kepada regamedianews, Selasa (03/02/2026).

Menurutnya, jumlah penerima RTLH pada tahun 2025 tercatat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Jika sebelumnya berkisar antara 30 hingga 47 penerima, kini kuotanya cenderung berkurang,” ujarnya.

Ia menegaskan, besar-kecilnya kuota sangat bergantung pada alokasi anggaran yang tersedia.

“Kalau kuotanya kecil berarti anggarannya kecil. Kalau kuotanya besar, otomatis anggarannya juga besar. Semua kembali ke kemampuan anggaran,” ungkapnya

Meski demikian, kata Dwi Bed, terdapat wacana peningkatan bantuan anggaran per unit RTLH.

Jika sebelumnya bantuan ditetapkan sebesar Rp17,5 juta per unit, kini muncul usulan dari DPRD, agar dinaikkan menjadi Rp25 juta per unit, karena nominal lama dinilai kurang memadai.

Baca Juga :  Pemkab Bangkalan Siap Reformasi Pajak dan Restribusi Daerah

“Kami ini hanya pelaksana. Kalau nanti disepakati naik menjadi Rp20 juta atau Rp25 juta, ya kami siap melaksanakan. Tapi mekanismenya tentu harus melalui perubahan anggaran,” jelasnya.

Terkait sasaran penerima RTLH pada tahun mendatang, Dwi Bed menegaskan, program tersebut tidak membeda-bedakan wilayah kota maupun desa.

Namun secara faktual, kawasan perkotaan masih menjadi wilayah dengan jumlah rumah tidak layak huni paling dominan.

“Bukan berarti kami menganaktirikan pedesaan. Tapi kawasan kumuh dan kepadatan penduduk itu lebih banyak di perkotaan, sehingga rumah tidak layak huni juga lebih banyak ditemukan di sana,” katanya.

Ia menambahkan, wilayah kota dan kawasan Pamekasan Selatan menjadi daerah dengan penerima RTLH terbanyak, seiring tingginya kepadatan penduduk.

Sementara di pedesaan, kondisi rumah secara umum relatif lebih baik, meskipun tetap ada rumah tidak layak yang akan ditangani jika memenuhi kriteria.

Baca Juga :  Jambret Asal Sampang Dibekuk Polres Tanjung Perak

Terkait hasil monitoring lapangan, Dwi Bed menjelaskan, pihaknya rutin melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah yang dilaporkan tidak layak huni.

Hal itu berdasarkan temuan lapangan, maupun laporan dari DPRD dan pemerintah kelurahan.

“Kami bukan sidak, tapi monitoring. Untuk lokasi Galis dan Gladak Anyar, kelurahan sudah berkomunikasi dengan pihak CSR swasta yang siap membantu penanganan,” ungkapnya.

Meski demikian, imbuh Dwi Bed, Dinas terkait tetap akan melakukan penanganan jika diperlukan, meskipun saat ini belum tersedia anggaran yang turun.

Berbeda dengan program bantuan sosial seperti PKH yang memiliki pendamping tetap, RTLH bersifat program tahunan yang bergantung pada penganggaran.

“Kalau memang ada masyarakat yang mau mengajukan secara mandiri ke kami, tetap kami layani. Yang penting sesuai ketentuan dan mekanisme,” pungkas Dwi Bed.

Penulis : Kurdi

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Kawal Musrenbang, Amin Rais Dorong Percepatan Pembangunan Omben
Konser Valen di Sampang Berlanjut, Penyelenggara Pastikan Sesuai Norma
Usulan Strategis Omben Fokuskan Revitalisasi Puskesmas dan Perbaikan Jalan
Musrenbang Camplong: Sentil Kelangkaan Pupuk Ditengah Program Gizi
Kecamatan Sampang Ditarget Jadi Barometer Kemajuan
Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP
Musrenbang Pangarengan 2027, Soroti Infrastruktur Tertinggal
Polres Sampang Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Incarannya!

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:11 WIB

Kuota RTLH Pamekasan 2025 Menurun, Anggaran Per Unit Diusulkan Naik

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:40 WIB

Kawal Musrenbang, Amin Rais Dorong Percepatan Pembangunan Omben

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:56 WIB

Usulan Strategis Omben Fokuskan Revitalisasi Puskesmas dan Perbaikan Jalan

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:45 WIB

Musrenbang Camplong: Sentil Kelangkaan Pupuk Ditengah Program Gizi

Selasa, 3 Februari 2026 - 07:18 WIB

Kecamatan Sampang Ditarget Jadi Barometer Kemajuan

Berita Terbaru

Caption: Pj Pemimpin Cabang BRI Bangkalan, Dwi Floresvita RA, secara simbolis menyerahkan klaim asuransi nasabah, (dok. foto istimewa).

Ekonomi

Ahli Waris Nasabah BRI Bangkalan Terima Santunan Rp52 Juta

Selasa, 3 Feb 2026 - 23:58 WIB

Caption: Wakapolres Bangkalan Kompol Hosna Nurhidayah, sematkan pita kepada anggota Polantas sebagai tanda dimulainya Operasi Keselamatan Semeru 2026, (dok. foto istimewa).

Hukum&Kriminal

Operasi Keselamatan: Polres Bangkalan Tekan Angka Kecelakaan

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:50 WIB