PAMEKASAN – Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin, buka suara ihwal langkah tegas sekolah menolak kiriman menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) baru-baru ini.

Langkah tersebut, dilakukan semata-mata untuk menjamin kualitas gizi dan kesehatan para siswa.

Arifin menjelaskan, pihak sekolah pada prinsipnya sangat mendukung program MBG.

Namun, kejadian yang terjadi pada pengiriman untuk jatah tiga hari (Senin hingga Rabu), dinilai sangat tidak layak.

“Itu karena bahan makanan yang diterima dalam kondisi mentah,” ujarnya kepada awak media, usai video penolakan itu viral di media sosial.

Arifin menegaskan, pihaknya bukan menolak programnya, tetapi agar MBG ini lebih berkualitas.

“Kemarin kami disuguhi menu dua potong tempe, dua potong tahu, dan satu ikan lele, namun semuanya dalam kondisi mentah,” terangnya.

Menurut Arifin, kondisi bahan mentah dan dicampur, menimbulkan aroma tidak sedap dan dikhawatirkan cepat membusuk.

Hal inilah yang menjadi dasar pertimbangan pihak sekolah, untuk tidak mendistribusikannya kepada siswa.

“Kami khawatir terjadi apa-apa terhadap anak didik kami jika mengonsumsi itu. Maka, lebih baik kami tidak menerima,” tegasnya, Kamis (12/3/2026).

Pasca kejadian, pihak pengelola dapur diketahui telah mendatangi sekolah untuk menyampaikan permohonan maaf.

Arifin mengaku, pihak sekolah menerima permintaan maaf tersebut, sebagai bahan evaluasi dan masukan.

Menurutnya, tindakan itu bukan untuk mencari popularitas, melainkan bentuk tanggung jawabnya.

Arifin menambahkan, program MBG ini tujuannya baik, namun ia tidak ingin di lapangan justru pelaksanaannya menjadi sumber penyakit bagi anak didik.

“Kami ingin memastikan apa yang diterima siswa betul-betul bermanfaat bagi kesehatan mereka,” pungkasnya. (mrt)