SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya bersama BPJS Ketenagakerjaan bergerak cepat memberikan jaminan masa depan bagi keluarga almarhum Edy Suratno, pekerja yang meninggal dunia dalam insiden gondola maut pada awal Maret lalu.

Santunan dengan total nilai Rp430 juta tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada istri korban, Eka Andriyani, di kediamannya di kawasan Tambak Wedi Baru, Selasa (10/3/2026).

Dana santunan tersebut terdiri dari dua komponen, yakni santunan kematian akibat kecelakaan kerja sebesar Rp272 juta serta tabungan beasiswa pendidikan bagi dua anak almarhum senilai Rp158 juta.

Dalam kesempatan itu, Eri Cahyadi yang didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Hadi Purnomo, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus memastikan dukungan pemerintah tidak berhenti hanya pada penyerahan santunan.

“Kami memberikan hak almarhum melalui BPJS Ketenagakerjaan. Selain santunan tunai, ada juga beasiswa untuk putra pertama dan kedua yang menjamin pendidikan mereka hingga bangku kuliah,” ujar Eri.

Selain itu, Wali Kota juga meminta Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya untuk memberikan pendampingan psikologis dan sosial kepada anak-anak almarhum agar mereka tetap memiliki semangat melanjutkan pendidikan.

Tragedi yang merenggut nyawa pria berusia 51 tahun tersebut terjadi pada 2 Maret 2026. Saat itu, Edy bersama rekannya tengah membersihkan kaca gedung menggunakan gondola ketika cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang melanda kawasan tersebut.

Gondola yang mereka gunakan terombang-ambing di ketinggian hingga menyebabkan Edy meninggal dunia, sementara rekannya mengalami luka-luka.

Meski korban telah menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), faktor cuaca ekstrem yang tidak dapat diprediksi menjadi pemicu utama kecelakaan tersebut.

Eri pun mengingatkan seluruh perusahaan dan pekerja di Surabaya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Saya ingatkan seluruh warga, terutama yang bekerja di proyek atau di ketinggian, wajib disiplin menggunakan alat keselamatan. Cuaca saat ini sering berubah-ubah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo menyampaikan, santunan yang diberikan merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi para pekerja.

“Musibah sering datang tanpa peringatan. Kami ingin memastikan keluarga tidak berjuang sendirian saat tulang punggung mereka tiada. Kami juga mengajak para pemberi kerja untuk mendaftarkan pekerjanya agar mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujarnya.

Secara terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura, Indriyatno juga menegaskan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi setiap pekerja.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh perusahaan, khususnya perempuan yang berada di Madura untuk memastikan pekerjanya terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja dan keluarganya. Ketika risiko kerja terjadi, negara hadir memberikan kepastian perlindungan melalui manfaat santunan dan beasiswa pendidikan bagi anak pekerja,” kata Indriyatno. (red)