Pamekasan Perkuat Ekonomi Rakyat Lewat Program KDKMP
PAMEKASAN • Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pamekasan yang mencapai 5,47% sukses melampaui rata-rata Jawa Timur.
Capaian ini menjadi tantangan, sekaligus momentum bagi pengurus baru Dekopinda untuk memperkuat peran koperasi di lapangan.
Fokus utama kini diarahkan pada aksi nyata, terutama dalam mengawal program prioritas nasional guna memastikan dampak ekonomi langsung dirasakan masyarakat bawah.
Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, menegaskan bahwa koperasi harus berhenti menjadi organisasi yang hanya aktif di atas kertas.
Ia menuntut langkah konkret melalui fungsi advokasi dan edukasi yang menyentuh akar rumput.
“Segera lakukan aksi nyata, bukan ceremony semata. Kunci kemajuan koperasi adalah menegakkan jati diri dan ideologi melalui edukasi,” tegas Slamet.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Pamekasan, Buna’i, menyatakan kesiapannya untuk fokus pada pendampingan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan UMKM Progresif.
Menurutnya, program ini adalah instrumen krusial bagi kemajuan daerah.
“Kami hadir untuk memfasilitasi seluruh badan koperasi. Tantangan ke depan adalah memastikan KDKMP berjalan sesuai harapan lewat pendampingan dan advokasi yang kuat,” ujar Buna’i.
Di sisi lain, Pemkab Pamekasan memastikan dukungan modal tidak hanya menyasar usaha skala besar.
Anggaran sebesar Rp2 miliar telah disiapkan khusus untuk menyokong pelaku usaha mikro di 13 kecamatan.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman, menekankan bahwa sektor usaha terkecil sekalipun tidak boleh luput dari perhatian pemerintah maupun koperasi.
“Meskipun hanya jual gorengan, mereka harus di-support. Pertumbuhan ekonomi kita yang berada di peringkat 14 se-Jawa Timur harus terus didorong lewat sinergi nyata,” kata Kholilurrahman.
Ia memastikan, Dekopinda akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjamin bantuan serta program edukasi benar-benar sampai ke tangan anggota koperasi dan pelaku UMKM di desa-desa. [krd]


