SAMPANG • Nuansa penuh kekeluargaan menyelimuti Pababaran Trunojoyo, Jalan Pahlawan Gang VIII, Kabupaten Sampang.

Komunitas Madura Tempoe Duloe (MTD) Trunojoyo menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan.

Meski digelar tanpa kemewahan, tradisi khas Madura ini tetap terasa khidmat dan bermakna, Jumat (28/8/2026).

Pecinta budaya MTD yang hadir tampak antusias merawat kenangan sejarah, sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Penyelenggara acara tersebut menegaskan, merawat tradisi tidak harus identik dengan biaya besar.

“Ketulusan niat menjadi kunci utama keberkahan acara,” ujar Ki Ageng Aba Daiman.

Menurutnya, melestarikan budaya maulid tanpa memberatkan, tapi ringan, karena cinta Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Tradisi lokal yang dijaga bersama tersebut, berhasil mempererat tali silaturahmi antar warga Pababaran Trunojoyo.

Ketua MTD Trunojoyo Ustad Suadi, mengapresiasi kepedulian warga dalam menjaga warisan leluhur.

Menurutnya, esensi Maulid Nabi terletak pada pengamalan nilai-nilai kebaikan.

“Bukan kemegahan acara, tapi niat tulus untuk terus merawat budaya, sekaligus meneladani akhlak Rasulullah,” tuturnya.

Ustad Suadi mengungkapkan, momen tersebut menjadi bukti nyata, nilai budaya dan keagamaan bisa tumbuh subur di tengah masyarakat.

“Kesederhanaan justru melahirkan kebersamaan yang hangat dan tak ternilai harganya,” pungkasnya.

Penulis: Icha
✅ Editor: Redaksi