SAMPANG • Iring-iringan kendaraan roda empat dan roda dua memecah deru kesunyian di sepanjang jalan Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, pada Senin (7/9/2026) sore.

Hal tersebut membuat penasaran warga yang sedang berada disekitar rute perjalanan itu.

Sehingga, beberapa warga yang penasaran terus melangkah mengikuti arah kendaraan yang akhirnya berakhir disebuah sudut persimpangan kecil.

Tidak lain terdapat gubuk kecil dengan dinding bambu yang penuh lubang.

Disitulah, Sarmah (37) warga Dusun Malenggur, selama ini menghabiskan sisa hidupnya seraya menanggung beban penyakit yang siang malam selama belasan tahun merenggut kehidupan tenangnya.

Iring-iringan kendaraan yang sebelumnya telah memantik rasa penasaran warga, ternyata orang nomor satu di Kabupaten Sampang, yakni Bupati H.Slamet Junaidi beserta Ketua TP PKK Evi Slamet Junaidi dan rombongan.

Kedatangan rombongan tersebut dalam misi sosial, memberikan semangat sebagai solidaritas kemanusiaan, antara petinggi yang tak tega melihat rakyatnya terkerangkeng dalam ujian hidup yang dialami.

Lewat genggaman kepedulian, pasangan orang nomor satu Sampang itu hadir memberikan bantuan berupa uang tunai, dan beberapa kebutuhan hidup sehari-hari.

Bahkan tak hanya sampai disitu, melihat kondisi tempat yang dinilai kurang layak ditempati, bupatipun mengintruksikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk merenovasi kediaman Sarmah.

“Baznas, tolong ya tempat ini segera dibangun,” ujarnya.

Suasanapun semakin haru, saat anak Sarmah merengkuh menciumi tangan pasangan Bupati itu dengan penuh harap, seraya diiringi tangisan yang tak terbendung.

Hal itu membuat suasana semakin terlarut dalam kesedihan yang mendalam, membuat air mata disekitar tak mampu dibendung.

Melihat kondisi itupun Bupati H. Slamet Junaidi memawarkan untuk membantu pendidikan hingga selesai perguruan tinggi.

Sementara, Sarmah dengan suara tertatih menahan haru, karena merasa tak percaya akan dikunjungi orang penting itu terus menitikkan air mata, disertai ucapan terima kasih yang terus diucapkan berulang.

“Terima kasih pak Bupati, terima kasih atas kepeduliannya,” ucapnya.

Sarmah menuturkan, selama kurun waktu 15 tahun dirinya menahan penyakit yang diderita dengan penuh kesabaran.

Berbagai upaya dilakukan, baik dari medis maupun non medis, tapi semua berkahir hampa, namun tumor itu yang terus tumbuh membesar menciptakan rintihan sakit yang harus ditahan.

“Lima belas tahun sudah dilakukan upaya, berobat kemana-mana hingga hampir semua harta yang saya punya tak tersisa,” ungkapnya lirih.

Ditengah keputusasaan itu, menurut Sarmah, dirinya mencoba untuk berusaha meski terkadang terlintas ingin menyerah karena faktor keadaan ekonomi yang tak berpihak kepadanya.

“Waktu itu, saya ingin meminta surat keterangan tidak mampu, kemudian Pak Klebun (Kades, red) melihat keadaan saya yang seperti ini,” ujarnya.

Lanjut Sarmah, saat itu dirinya langsung difoto kemudian entah dikirim ke siapa, namun tak lama dari itu ada panggilan langsung ke nomor tersebut.

“Sesaat setelah Pak Kades kirim foto, ada panggilan langsung yang katanya pak Bupati,” jelasnya.

Saat itulah menurut Sarma dirinya serasa tak percaya, bahwa itu awal dari terjawabnya semua doa dan sabar yang selama ini ia pertahankan.

Ditengah bayangan keputusasaan itu, ternyata masih ada harapan lewat tangan peduli yang ternyata pejabat nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sampang, yakni H. Slamet Junaidi.

“Mulai sejak penanganan awal, neliau terus pantau saya, hingga selesai seperti saat ini,” tuturnya.

Yang semakin membuat Sarmah terenyuh, bukan hanya penanganan medis yang dipantau, tapi juga memperhatikan keadaan dan keluarganya yang saat ini tinggal bersama dirinya.

“Tempat saya mau direhab, anak saya mau di sekolahkan sampe perguruan tinggi, itu yang membuat saya tak bisa berucap apapun selain doa terbaik untuk beliau,” pungkasnya.

Penulis: Ifan
✅ Editor: Redaksi