SAMPANG • Kekeringan yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mendapatkan perhatian dari Bupati H. Slamet Junaidi.

Beberapa wilayah yang telah dinyatakan rentang kekurangan air bersih, langsung menjadi atensi khusus.

Seperti di Desa Gunung Rancak, untuk mendapatkan air bersih guna kebutuhan sehari-hari, beberapa warga harus merogoh uang pribadi kisaran Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.

Kini, belum sepekan warga mengeluh kekeringan, Bupati bersama Forum Sampang Sehat (FSS) langsung menggerojoknya dengan ribuan liter air bersih, melalui program “Sejuta Liter Air Bersih” untuk warga terdampak kekeringan.

Bupati bersama istri Evi Slamet Junaidi didampingi petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Baznas dan beberapa OPD turun langsung membagikan air bersih di Dusun Arnih Timur, Desa Gunung Rancak.

Sebelumnya, di Pendopo Trunojoyo, Bupati Sampang melepas program “Sejuta Liter Air Bersih” untuk masyarakat terdampak kekeringan.

Politisi partai Nasdem itu mengatakan, pemerintah daerah berupaya menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung masyarakat.

“Prinsip kami, melakukan program yang bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Maka dari itu, kami pilih program Sejuta Liter Air Bersih dalam musim kemarau yang diperparah fenomena El Nino,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Antusias warga betul-betul tampak di lokasi, ratusan warga yang mendengar adanya orang nomor satu akan membagikan air bersih, langsung berdatangan dengan membawa jerigen air.

Matheri warga Dusun Arnih Timur yang sebelumnya sempat menyampaikan keluhan kekeringan dibeberapa media, mengaku sangat bangga atas tanggapan Bupati Sampang dan FSS yang begitu cepat.

“Alhamdulillah, intinya kami bangga kepada Pemerintah Sampang, atas tanggapan cepat ini. Semoga dapat terus hadir bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Matheri pun mengaku, bantuan air bersih itu sangatlah berguna bukan hanya bagi dirinya, tapi juga bagi masyarakat sekitar.

“Dapat kita lihat, ratusan orang langsung menyerbu tempat pembagian air, itu artinya kami masyarakat betul- betul sangat membutuhkan,” imbuhnya.

Ia berharap, di daerahnya dapat dicarikan solusi jangka panjang mengatasi hal tersebut.

“Seperti bantuan pembangunan sumur bor dan penampungan air bersih,” pungkas Matheri kepada Rega Media.

Penulis: Ifan
✅ Editor: Redaksi