Lumpuh 24 Tahun, Pasutri di Surabaya Mengaku Tak Tersentuh Bantuan Pemerintah
SURABAYA • Di sudut lorong sempit Rusun Tambak Wedi, Surabaya, Sudarsono terbaring lemah akibat stroke yang dideritanya sejak tahun 2002.
Sudah 24 tahun lamanya, ia berjuang melawan kelumpuhan di atas tempat tidur yang lapuk.
Di tengah kondisi ekonomi yang tercekik, ia dan istrinya, Teti, harus mengumpulkan uang Rp483 ribu setiap bulan untuk biaya sewa tempat tinggal, listrik, dan air.
Nominal tersebut terasa sangat berat bagi mereka yang tak lagi memiliki penghasilan tetap.
Kondisi itu kian memprihatinkan, karena selama belasan tahun mereka merasa belum tersentuh perhatian Pemerintah.
Teti menyebut, belum pernah ada satupun program bantuan sosial dari Pemerintah yang singgah di kediaman mereka.
Ia mengaku, sejak dulu keluarganya tidak pernah tercatat sebagai penerima bantuan Pemerintah.
“Padahal kami sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk bertahan hidup,” ucap Teti, Kamis (20/8/2026).
Secercah harapan hadir pada Kamis (20/8/2026), saat rombongan Ikatan Wartawan Online (IWO) bersama Alumni SMPN 5 Pamekasan mendatangi tempat tinggal mereka.
Kedatangan tersebut membawa paket sembako sekaligus bentuk kepedulian antar sesama.
Isak tangis Teti tak terbendung, saat menerima uluran tangan dari para wartawan yang bertugas di Kabupaten Pamekasan tersebut.
Rasa haru dan syukur tak sanggup ia sembunyikan atas perhatian yang diterima keluarganya.
“Kami sangat senang dan berterima kasih atas bantuan ini, semoga menjadi berkah untuk semuanya,” ujar Teti.
Melihat kondisi tersebut, Ketua IWO Pamekasan, Dyah Heny Andrianty mengungkapkan, aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan insan pers.
“Kami ingin hadir untuk sedikit meringankan beban mereka, semoga bantuan ini bisa memberi semangat untuk Pak Sudarsono,” tuturnya.
Heny berharap, aksi ini dapat mengetuk hati masyarakat luas serta instansi terkait.
“Kami berharap ada perhatian lebih lanjut, agar keluarga Pak Sudarsono tidak berjuang sendirian di tengah keterbatasan,” pungkasnya.
✅ Penulis: Marshelina
✅ Editor: Redaksi


