Gegara Suara Sound System, Menantu di Sampang Habisi Mertua
SAMPANG • Polisi akhirnya mengungkap motif di balik pembunuhan yang menimpa M (55) di Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.
Pelaku yang tidak lain adalah menantu tirinya sendiri, MD (26), tega menghabisi korban karena tersinggung masalah suara sound system.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto menyampaikan pengungkapan motif tersebut saat konferensi pers, pada Rabu (23/9/2026).
“Motif pembunuhan ini terungkap karena pelaku tersinggung dengan ucapan korban,” ujarnya.
Anang mengungkapkan, pelaku MD mengaku sakit hati saat meminta korban mengecilkan volume sound system.
“Anak pelaku tidak bisa tidur karena suara keras sound system yang dihidupkan korban,” terangnya.
Ketika MD mendatangi korban untuk meminta suaranya dikecilkan, korban justru memberikan balasan kata-kata yang memicu emosi.
“Jawaban dari korban membuat pelaku tersinggung dan emosi,” kata Anang.
Dalam kondisi tersulut emosi, pelaku langsung menyambar sebilah parang yang ada di dekat korban.
“Pelaku mengambil parang dan mengayunkannya ke arah kepala korban hingga roboh,” lanjut mantan Kapolres Sumenep tersebut.
Tak berhenti di situ, pelaku kembali menyabet leher belakang korban sebanyak dua kali hingga korban tewas di tempat.
Usai kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil meringkus pelaku di sebuah musholla di Dusun Burajah Desa Mambulu Barat.
“Pelaku berhasil kami tangkap pada Senin (21/9/2026) subuh, beserta barang bukti parang dan pakaian,” tegas Anang.
Atas perbuatannya, menantu tiri tersebut kini ditahan di Mapolres Sampang dan terancam hukuman berat.
“Pelaku dijerat Pasal 458 Ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun,” pungkas polisi berpangkat dua melati emas dipundaknya.
✅ Penulis: Harry
✅ Editor: Redaksi


