Hari Kedua Lebaran, Stasiun Pasar Turi Surabaya Sepi Pemudik

- Jurnalis

Senin, 26 Juni 2017 - 03:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, (regamedianews.com) – Dihari kedua lebaran, jumlah arus mudik lebaran di Stasiun Kereta Api Pasar Turi Surabaya mulai mengalami penurunan. Para calon pemudik memilih mudik hari pertama lebaran, karena yakin jumlah penumpang sepi.

Seperti yang dilakukan oleh penumpang asal Kota Jakarta, Endang Suhartatik, dirinya lebih memilih pulang ke kampung pada hari lebaran pertama. Meski tak bisa merayakan moment idul fitri bersama keluarga dan kerabat.

Baca Juga :  Ini Hasil RDP DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Kota Makassar, FDOKT, SDGM dan PT. Gojek Indonesia

“Saya lebih memilih mudik pada hari pertama lebaran, karena situasinya lebih sepi tanpa berdesak-desakan, dan tanpa harus menunggu berjam-jam keberangkatan kereta,” ungkapnya, Senin (26/06/2017).

Sementara Kepala Stasiun Kereta Api Pasar Turi, Supriadi mengatakan, jumlah pemudik di hari kedua sudah mengalami penurunan. Dari jumlah 6 ribu saat puncak arus mudik Sabtu kemarin, kini turun diangka 5 ribu.

“Jumlah penurunan karena pemudik lebih memilih berangkat ke kampung halamanya pada lebaran pertama. Karena kebanyakan orang memilih pulang sebelum lebaran untuk merayakan idul fitiri, bersama keluarga” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolda Gorontalo Tekankan Pentingnya Koordinasi Dengan Forkopimda

Jika mengaca pada tahun – tahun sebelumnya, diperkirakan arus balik di Stasiun Kereta Api Pasar Turi, akan terjadi pada 2 Juli mendatang, atau 6 hari setelah lebaran.

“Biasanya pasca lebaran ketupat, arus balik mudik sudah mulai meningkat kembali, Tapi peningkatan itu terjadi tidak seperti waktu sebelum lebaran” pungkasnya. (rid)

Berita Terkait

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP
Musrenbang Pangarengan 2027, Soroti Infrastruktur Tertinggal
Polres Sampang Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Incarannya!
Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan
Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital
Bupati Sampang: Anggaran Terbatas, Jaminan Kesehatan Harus Tetap Jalan
Pamekasan Darurat Perceraian, 1.694 Kasus Masuk Pengadilan Agama
Musrenbang Banyuates, Ra Mahfudz Beberkan 4 Prioritas Sampang 2027

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 20:09 WIB

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP

Senin, 2 Februari 2026 - 14:07 WIB

Musrenbang Pangarengan 2027, Soroti Infrastruktur Tertinggal

Senin, 2 Februari 2026 - 11:18 WIB

Polres Sampang Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026, Ini Incarannya!

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:43 WIB

Masalah Ekonomi Pemicu Melonjaknya Perceraian di Pamekasan

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:48 WIB

Diskominfo Bangkalan Jadi Rujukan Transparansi Digital

Berita Terbaru

Caption: Disdikbud Pamekasan saat rapat koordinasi dan sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP, (sumber foto. laman resmi Pemkab Pamekasan).

Daerah

Disdikbud Pamekasan Wajibkan TKA Bagi Siswa SMP

Senin, 2 Feb 2026 - 20:09 WIB

Caption: anggota Satreskrim Polres Sumenep tunjukkan barang bukti kasus pembunuhan pria bersarung berinisial M, (sumber foto. Polres Sumenep).

Hukum&Kriminal

Pelaku Pembunuhan Pria Bersarung di Sumenep Akhirnya Tertangkap

Senin, 2 Feb 2026 - 18:41 WIB

Caption: atap rumah warga Sampang ambruk usai diterjang hujan disertai angin kencang, (sumber foto: BPBD Sampang).

Peristiwa

Angin Kencang Terjang Sampang, Belasan Rumah Rusak

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:03 WIB